Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img

PGE Ekspansi Teknologi Flow2Max® ke Industri Panas Bumi Filipina

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menjajaki pasar internasional dengan menargetkan pemasangan perdana teknologi Flow2Max® di lapangan panas bumi milik Energy Development Corporation (EDC), Leyte, Filipina, pada Juni 2026.

Langkah itu ditandai dengan kunjungan delegasi PGE ke lapangan wet steam terbesar di dunia milik EDC di Leyte, Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow global PGE dalam mendorong komersialisasi inovasi teknologi panas bumi sekaligus membuka sumber pendapatan baru di luar negeri.

- Advertisement -

Dalam agenda tersebut, PGE hadir bersama PT Sigma Cipta Utama (SCU), anak usaha PT Elnusa Tbk yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina serta perwakilan Ecolab sebagai mitra pengembangan Flow2Max®.

Pertemuan tersebut membahas potensi implementasi awal Flow2Max® di lapangan panas bumi EDC. Sejumlah aspek teknis didiskusikan, mulai dari pemenuhan kebutuhan spesifikasi, pengukuran lapangan, hingga negosiasi harga, sebelum masuk tahap manufaktur dan pengiriman perangkat untuk instalasi.

- Advertisement -

Head of Geothermal Technology and Innovation (Subsurface Team) EDC, Erlindo Angcoy Jr., memaparkan kondisi umum lapangan Leyte serta tantangan operasional yang dihadapi. Ia menyatakan ketertarikan terhadap Flow2Max® karena dinilai sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC dalam mengoptimalkan kinerja sumur panas bumi.

Dalam kesempatan yang sama, PGE berbagi pengalaman mengelola sumur superheat dan pengendalian uap panas bumi super panas (geothermal superheated steam) di wilayah kerjanya di Indonesia.

Manager Production & Optimization Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok mengatakan, Filipina saat ini menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia. Menurutnya, penerapan Flow2Max® diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat pengelolaan reservoir secara berkelanjutan.

Flow2Max® merupakan teknologi pengukuran dua fase (two-phase flow meter) yang memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real time. Dengan sistem tersebut, operator dapat mengevaluasi kinerja sumur dan memprediksi produktivitas secara lebih akurat. Teknologi ini juga membantu deteksi dini potensi gangguan teknis pada sumur produksi.

- Advertisement -

Inovasi tersebut dikembangkan dari riset doktoral Mohamad Husni saat menempuh pendidikan di University of Auckland. PGE kemudian mengembangkannya menjadi solusi terapan untuk optimalisasi reservoir panas bumi.

Manager Ops Asset Management & Optimization PGE, Jati Permana Kurniawan menambahkan, PGE dan EDC sepakat untuk melanjutkan pembahasan kerja sama strategis, tidak hanya pada tahap implementasi teknologi, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis. “Kolaborasi ini diharapkan mendorong kemajuan sektor panas bumi di tingkat global sekaligus memperkuat posisi PGE sebagai produsen panas bumi kelas dunia,” ujarnya.

Melalui ekspansi teknologi ke pasar internasional, PGE berharap dapat memperluas peran Indonesia dalam rantai nilai industri panas bumi global, sekaligus mendukung agenda dekarbonasi dan target net zero emission 2060.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img