Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Papua mencatat capaian positif pada kinerja pengawasan dan penindakan selama Semester I Tahun 2026. Peningkatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam melindungi masyarakat Papua dari ancaman peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal serta narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) yang dapat membahayakan kesehatan, keamanan, dan perekonomian daerah.
Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua berhasil melaksanakan 66 penindakan barang kena cukai (BKC) atau meningkat 11,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Nilai barang hasil penindakan juga melonjak signifikan sebesar 161,45 persen menjadi Rp1,314 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh keberhasilan mengamankan 307.957 batang rokok ilegal dan 1.714,10 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) yang berpotensi beredar di masyarakat.
Di bidang pemberantasan narkotika, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua bersama aparat penegak hukum berhasil menggagalkan 21 upaya penyelundupan NPP dengan mengamankan 11.239,65 gram ganja dan 248,97 gram methamphetamine (sabu). Berdasarkan pendekatan estimasi satu kali konsumsi, jumlah barang bukti tersebut diperkirakan telah mencegah sekitar 16 ribu potensi penyalahgunaan narkotika, sehingga memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda Papua, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Papua, Encep Dudi Ginanjar, menegaskan bahwa setiap keberhasilan penindakan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pengamanan barang.
“Setiap batang rokok ilegal, setiap liter minuman beralkohol ilegal, dan setiap gram narkotika yang berhasil kami cegah agar tidak beredar merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Pengawasan yang kami lakukan tidak hanya untuk mengamankan penerimaan negara, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat, melindungi generasi muda dari bahaya narkotika, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan,” ujar Encep.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara Bea Cukai dengan TNI, Polri, BNN, Bakamla, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat dalam memberikan informasi. Ke depan, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen, analisis risiko, dan kolaborasi lintas instansi agar peredaran barang ilegal dapat ditekan secara lebih efektif.
“Capaian ini bukan sekadar angka statistik. Di balik setiap pengungkapan terdapat ribuan masyarakat yang terlindungi dari potensi bahaya barang ilegal dan narkotika. Itulah manfaat nyata yang ingin terus kami hadirkan melalui pengawasan Bea Cukai, yaitu menjaga masyarakat sekaligus mengawal penerimaan negara untuk kesejahteraan rakyat,” tutup Encep.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































