Di Tengah Perlambatan Daya Beli, Bank Sulselbar Jaga Optimisme Ekonomi Regional Melalui Pertumbuhan Kinerja yang Solid

Di tengah tantangan perlambatan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi nasional, Bank Sulselbar berhasil menunjukkan kinerja yang positif hingga akhir Semester I 2026. Pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit, hingga laba bersih menjadi bukti bahwa Bank Sulselbar tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Aktivitas ekonomi di berbagai daerah, mulai dari Makassar, Parepare, Mamuju hingga Palopo, masih terus bergerak. Pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga sektor jasa tetap menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Namun, di tengah meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam mengelola pengeluaran, peran perbankan menjadi semakin penting dalam menjaga likuiditas, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong aktivitas ekonomi tetap tumbuh.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Sulselbar terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi regional melalui pembiayaan sektor produktif, penguatan dana murah, serta peningkatan kualitas layanan perbankan.

Hingga posisi Juni 2026, Bank Sulselbar membukukan aset sebesar Rp35,10 triliun, meningkat 8,05 persen (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,48 triliun. Capaian tersebut telah mencapai 97,90 persen dari target Semester I 2026 sebesar Rp35,85 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp22,54 triliun, tumbuh 3,00 persen YoY dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp21,88 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang semakin kuat sebagai hasil optimalisasi layanan dan penguatan hubungan dengan nasabah.

Bank Sulselbar juga mencatatkan peningkatan rasio Current Account Saving Account (CASA) menjadi 59,92 persen, naik 3,87 persen YoY dari 56,04 persen pada Juni 2025. Realisasi tersebut bahkan melampaui target Semester I 2026 sebesar 57,32 persen atau mencapai 104,54 persen dari target yang ditetapkan. Peningkatan CASA menunjukkan struktur pendanaan Bank Sulselbar semakin sehat sekaligus memberikan ruang yang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi biaya dana.

Di sisi intermediasi, kredit dan pembiayaan mencapai Rp23,72 triliun, meningkat 1,05 persen YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp23,47 triliun. Meski pertumbuhannya lebih selektif, Bank Sulselbar tetap mengedepankan kualitas portofolio pembiayaan guna menjaga kesehatan aset di tengah dinamika ekonomi.

Kinerja positif tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas. Hingga Juni 2026, laba bersih Bank Sulselbar mencapai Rp308,40 miliar, tumbuh signifikan 24,59 persen YoY dibandingkan Juni 2025 sebesar Rp247,52 miliar. Capaian tersebut melampaui target Semester I 2026 sebesar Rp239,89 miliar atau mencapai 128,56 persen dari target.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, menilai bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh insan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian.

“Di balik setiap angka terdapat cerita tentang bagaimana kita bekerja, melayani, dan membangun kepercayaan nasabah. Kinerja positif hingga Juni 2026 menjadi bukti nyata sinergi, kerja keras, dan komitmen seluruh insan Bank Sulselbar,” ujarnya.

Memasuki Semester II 2026, Bank Sulselbar menetapkan sejumlah fokus strategis, yakni meningkatkan pertumbuhan kredit pada sektor-sektor potensial dengan tetap menjaga kualitas portofolio, memperkuat kualitas aset melalui monitoring kredit yang lebih optimal, meningkatkan penghimpunan dana murah (CASA), menjalankan efisiensi operasional secara berkelanjutan, memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee based income), serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada produktivitas dan pelayanan prima.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, Bank Sulselbar optimistis mampu terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui layanan perbankan yang inovatif, tata kelola yang baik, serta dukungan terhadap sektor produktif. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Bank Sulselbar dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img