Di tengah persaingan global dan kebutuhan untuk menarik investasi, tata kelola kawasan industri yang baik serta pemanfaatan fasilitas kepabeanan secara optimal menjadi faktor penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing. Untuk itu, Bea Cukai terus memberikan asistensi dan pembinaan kepada perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat sebagai wujud fungsi trade facilitator dan industrial assistance.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan pendampingan di sejumlah daerah. Pada Senin (22/6), Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) bersama Bea Cukai Kendari melaksanakan kunjungan strategis ke PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan yang dihadiri manajemen PT OSS tersebut difokuskan pada evaluasi prosedur kepabeanan, pemetaan kendala operasional, serta perumusan solusi untuk memangkas hambatan logistik dalam rantai pasok global. Sebagai salah satu pilar hilirisasi nikel di Sulawesi, PT OSS memanfaatkan pasokan bijih nikel dari tambang lokal untuk diolah menjadi produk bernilai tambah seperti ferronickel, nickel matte, dan stainless steel yang dipasarkan ke Tiongkok.
Pemanfaatan fasilitas kawasan berikat dinilai memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok lokal.
Sementara itu, pembinaan serupa juga dilakukan di Yogyakarta dan Jawa Barat. Pada Senin (6/7), APBK Yogyakarta bersama Bea Cukai Yogyakarta melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyamaan persepsi terkait penyelenggaraan kawasan berikat. Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha memperoleh penguatan pemahaman mengenai peningkatan sistem IT Inventory, kewajiban yang harus dipenuhi, potensi risiko pelanggaran, serta langkah mitigasi agar pemanfaatan fasilitas berjalan efektif dan akuntabel.
Selanjutnya, pada Selasa (7/7), Kanwil Bea Cukai Jawa Barat bersama Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) menggelar Sosialisasi Tata Kelola Kawasan Berikat di Cirebon dengan tema “Bisnis Tumbuh Berkelanjutan Melalui Kepatuhan”.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat, Finari Manan, menegaskan bahwa fasilitas fiskal bukan satu-satunya faktor yang menarik investasi. “Insentif fiskal adalah standar dasar. Magnet investasi sejati adalah ekosistem industri yang mapan dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya.
Melalui kegiatan asistensi dan pembinaan yang berkelanjutan, Bea Cukai berharap pemanfaatan fasilitas kawasan berikat dapat semakin optimal sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































