Pasok Beras Jakarta, Food Station Garap 8000 Hektare Sawah di Lampung

Sebagai bentuk nyata dari komitmen kerja sama antar pemerintah daerah, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), BUMD pangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, resmi menjalin kerja sama contract farming dengan kelompok tani di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Kolaborasi ini ditandai dengan kegiatan penanaman padi bersama di Kecamatan Pagelaran, yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Food Station, Karyawan Gunarso, dan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas.

Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Berdasarkan data BPS tahun 2024, produksi gabah kering giling (GKG) Pringsewu mencapai 143.902 ton atau setara dengan 91.835 ton beras. Dengan konsumsi lokal hanya sekitar 31.084 ton per tahun, Pringsewu masih memiliki surplus beras sebanyak 60.769 ton yang siap mendukung pasokan pangan nasional, termasuk ke Jakarta.

“Artinya masih terdapat surplus beras sebesar 60.769 ton, yang merupakan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan baik di Lampung maupun Jakarta,” ujarnya.

Tak hanya beras, Riyanto juga menyoroti potensi komoditas lain seperti cabai dan jagung yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Untuk itu, saya berharap dukungan dan pendampingan baik Pemerintah Provinsi Lampung maupun DKJ, tentunya melalui Food Station, sehingga Pringsewu Makmur dapat segera terwujud,” harapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Food Station Jakarta Karyawan Gunarso mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama antara Gubernur Jakarta dengan Gubernur Lampung bulan lalu terkait pengembangan berbagai potensi yang ada di Lampung dan pengembangan market yang ada di Jakarta.

“Tentunya kerja sama ini sangat penting untuk dilakukan, agar pasokan pangan di Jakarta terjaga. Kami harap ada dukungan lebih lanjut dari Lampung, agar pasokan pangan di Jakarta dapat lebih terjamin,” kata Karyawan Gunarso dalam keterangan resminya.

Karyawan Gunarso, menekankan pentingnya kerja sama ini bagi pemenuhan kebutuhan pangan warga Jakarta, yang mencapai 82.000 ton beras per bulan. Mengingat lahan sawah Jakarta yang hanya seluas 400 hektare, kerja sama dengan daerah penghasil beras seperti Lampung menjadi langkah vital.

Karena itulah Food Station menjalin kerja sama contract farming dengan berbagai sentra produksi beras di tanah air salah satunya Lampung.

“Sehingga salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta adalah melakukan program contract farming untuk pemenuhan kebutuhan beras atau pangan warga Jakarta,” terang Gunarso.

Sebagai informasi hingga kuartal pertama tahun 2025 kerja sama contract farming yang dilakukan sudah mencapai 8000 hektar. Dengan tambahan kerja sama hari ini di Kabupaten Pringsewu diharapkan target 10.000 hektar bisa tercapai

“10 ribu hektar ini sebetulnya masih kurang untuk memenuhi 82.000 ton kebutuhan beras di Jakarta. Insya Allah selain di Pringsewu ini, nantinya di beberapa wilayah lain di Lampung akan ada lagi kerja sama sejenis, sehingga bisa bertambah luas lahan yang dikerjasamakan,” jelas Karyawan.

Dalam kerja sama ini, Food Station berperan sebagai offtaker—penjamin pembelian hasil panen petani. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan berupa teknis budi daya, teknologi, termasuk penyediaan sarana produksi pertanian.

“Terimakasih kepada Bapak Bupati Pringsewu beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas dukungannya. Jika Pringsewu memiliki produk lain bisa juga bekerjasama dengan kami, dan kami siap untuk memasarkan produk-produk dari Pringsewu,” ujarnya.

Secara terpisah Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama tersebut, karena Lampung saat ini memiliki pasokan pangan yang banyak, sehingga siap menyuplai dan menyediakan komoditas pangan bagi Jakarta.

Menurutnya Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan seperti beras, kopi, kakao, jagung, dan produk pangan lainnya yang bisa dikerjasamakan dengan beberapa daerah di Indonesia, khususnya Jakarta.

“Lampung ini memiliki kapasitas yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan pangan, tidak hanya di dalam daerah, tapi juga untuk wilayah lain di Indonesia seperti Jakarta,” tukasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img