Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi area konstruksi ruang multifungsi dan entre baru Stasiun Bundaran HI. Dalam kunjungannya pada Rabu (15-7-2026), ia menyampaikan bahwa Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta akan menjadi lebih semarak saat proyek ini selesai dibangun. Selama di lokasi proyek, Wagub Rano didampingi oleh Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina, dan Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Yulham Ferdiansyah Roestam.
“Kalau proyek ini nanti selesai, tempat ini akan lebih semarak lagi, baik buat penumpang maupun masyarakat. Sejauh ini, progress pembangunannya telah mencapai 15,67 persen dan ditargetkan selesai pada 2027. Saya optimistis target tersebut akan tercapai, tepat dengan perayaan lima abad Jakarta,” jelas Wakil Gubernur Rano.
Direktur Utama Tuhiyat menjelaskan bahwa pembangunan ruang multifungsi dan entre baru ini merupakan bagian dari persiapan potensi peningkatan jumlah pelanggan saat operasional fase 2A mendatang. “Selain itu, penambahan ini juga merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah serta membuka potensi interkoneksi dengan area komersial,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam perencanaannya, akan dibangun ruang multifungsi dan tambahan tiga entre baru, yaitu dua entre di sisi barat stasiun dan satu entre di sisi timur stasiun. “Rencananya, dua entre dilengkapi dengan tangga dan eskalator sedangkan satu entre dengan elevator menuju ke area pejalan kaki di sisi kiri dan kanan jalan Jalan M.H. Thamrin,” lanjutnya.
Ruang multifungsi ini nantinya akan dapat diakses melalui lift yang ada di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra. Selain itu ruang multifungsi dan entre baru, juga akan dibangun suar penyejuk dan ventilasi (cooling and ventilation tower). Penyelesaiannya ditargetkan pada pertengahan tahun 2027 mendatang.
Pengembangan ini bertujuan agar Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dapat menjadi pusat kawasan berorientasi transit yang mengusung interkoneksi dengan bangunan di sekitarnya, sesuai dengan prinsip transit-oriented development yang diusung PT MRT Jakarta (Perseroda).
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta yang kedalamannya mencapai 18 meter di bawah permukan tanah ini merupakan salah satu stasiun tersibuk di fase 1 lin utara selatan dengan rata-rata pelanggan mencapai sekitar 450–500 ribu pelanggan setiap bulan. Jumlah yang diprediksi akan terus meningkat apabila fase 2A lin utara selatan segmen 1 Bundaran HI—Monas mulai beroperasi. Pembangunan ruang multifungsi dan entre baru ini sebagai persiapan operasional fase 2A segmen 1 hingga Monas yang ditargetkan pada akhir 2027 dan hingga Kota pada akhir 2029.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































