PT Bank CIMB Niaga Tbk (kode saham: BNGA) menyepakati pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp4,07 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dividen tersebut setara dengan 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp6,78 triliun (bank only). Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 30 hari kalender setelah keputusan RUPST.
Sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan kegiatan usaha perseroan ke depan.
Selain keputusan dividen, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali sejumlah anggota Dewan Komisaris. Didi Syafruddin Yahya kembali menjabat sebagai Presiden Komisaris, didampingi Komisaris Independen Sri Widowati dan Farina J. Situmorang.
Pada jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS), M. Quraish Shihab kembali ditetapkan sebagai Ketua DPS, bersama Yulizar Djamaluddin Sanrego. Sementara Hamim Ilyas diangkat sebagai anggota baru menggantikan posisi sebelumnya.
Di level direksi, RUPST menyetujui pengangkatan Budiman Tanjung sebagai Direktur CIMB Niaga. Sebelumnya, Budiman menjabat sebagai Chief of Network & Digital Banking di perseroan.
Untuk jajaran direksi, Lani Darmawan tetap memimpin sebagai Presiden Direktur bersama sejumlah direktur lainnya yang memperkuat lini bisnis, operasional, hingga digital banking.
Perubahan susunan pengurus ini masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan sebelum efektif dijalankan.
Keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan kinerja keuangan CIMB Niaga yang solid sepanjang 2025, sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor terhadap fundamental perusahaan.
Dengan kombinasi profitabilitas yang kuat, tata kelola yang terjaga, serta penguatan struktur manajemen, CIMB Niaga diproyeksikan tetap agresif dalam mendorong pertumbuhan bisnis, termasuk pada segmen digital dan syariah di tahun 2026.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































