PT Bank BTPN Syariah Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp644 miliar pada semester I tahun 2025, meningkat 16,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kualitas pembiayaan yang terus membaik, seiring strategi pendampingan nasabah yang intensif dan program penghargaan berbasis perilaku unggul.
“Pertumbuhan laba ini cerminan dari membaiknya kualitas pembiayaan yang ditopang oleh perilaku unggul nasabah yang dibangun oleh bank,” kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad, di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Pada paruh pertama tahun ini, BTPN Syariah mencatat penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,14 triliun. Sementara itu, kinerja keuangan menunjukkan hasil positif dengan Return on Asset (RoA) mencapai 7,6 persen—naik dari 6,6 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio Kecukupan Permodalan (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga tercatat tinggi, yakni 54,5 persen, melampaui rata-rata industri yang umumnya berada jauh di bawah angka tersebut.
Dari sisi efisiensi, bank mencatatkan Cost to Income Ratio sebesar 48 persen dan Cost of Fund berada di angka 4,4 persen. Strategi efisiensi ini turut mendukung pertumbuhan profitabilitas perusahaan. Fachmy mengatakan BTPN Syariah menjaga kualitas pembiayaan melalui pendampingan intensif dan program apresiasi yang diberikan kepada nasabah. Upaya itu, kata dia, berhasil mendorong pertumbuhan laba bersih.
Fachmy menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan sosial ekonomi yang diterapkan BTPN Syariah melalui pembangunan empat perilaku unggul nasabah, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Pendekatan tersebut dirancang agar mereka dapat tumbuh, bertahan, dan berkembang dalam berbagai situasi apa pun. Empat perilaku unggul tersebut, kata dia, menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pembiayaan.
Kehadiran rutin nasabah untuk hadir di sentra binaan, ujar dia, membuat kegiatan pelayanan bank berjalan optimal, sehingga memberi kontribusi nyata terhadap kualitas pembiayaan yang semakin baik.
Sebagai bentuk apresiasi, BTPN Syariah memberikan sejumlah insentif kepada nasabah yang menunjukkan kedisiplinan tinggi. Di antaranya adalah penghargaan individu bagi nasabah dengan riwayat pembayaran lancar, reward khusus untuk sentra-sentra terpilih, hingga Program Umrah Satu Pesawat.
Program ini diberikan kepada sentra-sentra inspiratif yang secara konsisten menerapkan prinsip BDKS, disiplin dalam membayar angsuran, serta aktif menginspirasi komunitas sekitarnya. Tahun ini, jumlah sentra yang diberangkatkan dalam Program Umrah Satu Pesawat meningkat menjadi 18 sentra dari sebelumnya yang hanya 10 sentra di 2024.
“Berbagai apresiasi yang diberikan ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan niat baik lebih cepat bagi nasabah sekaligus memotivasi bagi mereka untuk terus disiplin dalam menjalankan empat perilaku unggul, serta diharapkan menjadi inspirasi sentra-sentra lain di pelosok negeri,” kata Fachmy.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































