BPJS Kesehatan Cabang Pati bersama Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) semester IV tahun 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di wilayah Pati, Rembang, dan Blora. Acara yang digelar di Rembang pada Kamis (06/03/2025) ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan dari ketiga daerah tersebut serta tim dari TKMKB.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara BPJS Kesehatan, dinas kesehatan, TKMKB, dan FKTP dalam memastikan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta optimalisasi penggunaan dana kapitasi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng BTN: Solusi untuk Tunggakan Iuran JKN
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memastikan program JKN terus berjalan dengan baik, terutama dalam pemanfaatan dana kapitasi yang diterima FKTP. Kami ingin memastikan bahwa dana tersebut benar-benar digunakan untuk menjamin layanan kesehatan yang berkualitas bagi peserta JKN di wilayah Pati, Rembang, dan Blora,” ujar Wahyu.
Wahyu juga menekankan pentingnya monev dalam mengukur sejauh mana FKTP memenuhi komitmennya terhadap kualitas layanan kesehatan. Kinerja FKTP berpengaruh langsung pada pelayanan yang diterima peserta JKN, sehingga evaluasi ini menjadi alat ukur dalam menilai serta mencari solusi peningkatan mutu layanan kesehatan.
“Ada beberapa FKTP yang masih memiliki capaian komitmen rendah pada tahun 2024, dan ini menjadi perhatian kita bersama. Kami tidak bisa menyelesaikannya sendiri, sehingga kami berharap Dinas Kesehatan dan TKMKB yang hadir di sini dapat berkolaborasi dalam memetakan serta mencari solusi atas permasalahan yang ada, sehingga pemanfaatan dana kapitasi benar-benar meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN,” tambah Wahyu.
Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program JKN. Menurutnya, program ini telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Program JKN sudah berjalan dengan baik, tetapi masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti kepatuhan FKTP dalam mengendalikan rasio rujukan nonspesialistik dan optimalisasi pengelolaan peserta Prolanis,” kata Aviani.
Namun, ia juga menyoroti beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait kepatuhan FKTP dalam mengendalikan rasio rujukan nonspesialistik serta pengelolaan program pengendalian penyakit kronis atau Prolanis.
“Saya mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang terus menunjukkan hasil positif dari tahun ke tahun, di mana komitmen FKTP terus meningkat, yang tentunya berdampak baik pada kualitas pelayanan bagi peserta JKN,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Nur Betsia, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, juga menyatakan dukungannya terhadap program JKN. Pihaknya mengakui bahwa masih ada beberapa FKTP di Blora yang perlu meningkatkan komitmennya terhadap layanan kesehatan.
“Beberapa FKTP di Blora masih memiliki capaian komitmen yang perlu ditingkatkan. Kami akan melakukan koordinasi dengan FKTP terkait untuk memahami kendala yang dihadapi dan mencari solusi bersama agar kinerja mereka meningkat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas kesehatan di Pati, Rembang, dan Blora dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Dengan sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan, TKMKB, Dinas Kesehatan, dan FKTP, keberlanjutan program JKN di wilayah ini akan tetap terjaga dan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































