Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH secara resmi melantik Dr. H. Sudirman, S.H., M.H. sebagai Komisaris Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi untuk periode 2026–2030,bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin 27 April 2026. Sudirman menyatakan tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan Bank Jambi.
“Apa yang terjadi pada tanggal 20 Februari menjadi bagian penting untuk bisa disikapi dan diselesaikan secara bersama-sama sesuai dengan tugas pokok. Dan tugas sebagai Komisaris itu melakukan pengawasan dan memberikan nasehat di wilayah-wilayah itu akan kami lakukan karena kewenangan untuk menyelesaikan persoalan itu ada di jajaran dewan direksi. Tapi insya Allah tadi sudah kita bangun komitmen bersama antara Dewan Komisaris dan juga jajaran direksi untuk bisa mempercepat penyelesaian terkait dengan problematika yang dihadapi sekarang ini. Dan saya juga sudah bincang-bincang dengan OJK, bincang-bincang dengan Bank Indonesia, itu sebagai dua institusi yang memegang peran penting untuk segera pulihnya kondisi yang ada di Bank Jambi,” ungkap Sudirman, usai dilantik.
Ia juga menjelaskan tentang upaya untuk meningkatkan modal inti Rp. 3 triliun akan terus diupayakan dengan melakukan langkah-langkah strategis.
“Jadi sebelum saya dipercaya untuk menjadi Komisaris, pak Gubernur sudah menyampaikan pesan itu bahwa kemandirian Bank Jambi juga harus bisa direalisasikan paling tidak nanti dan termasuk dalam rencana bisnis bank yang harus dituangkan sehingga dalam beberapa tahun ke depan kita harus bisa mandiri. Tidak lagi KUB sudah menjadi mandiri tentunya paling minimal modal inti yang kita miliki adalah 3 triliun. Kami dengan pak Gubernur sebetulnya sudah menjajaki potensi potensi untuk bisa mandirinya Bank Jambi,” jelas Sudirman.
Namun demikian, wilayah di jajaran direksi akan memberikan pengawasan termasuk untuk memberikan masukan bagi jajaran direksi untuk percepatan, diantaranya ada target yang bisa direalisasikan, salah satunya pencapaian modal yang harus masuk investasi. seperti Investasi dari asing terbuka sehingga pencapaian modal 3 triliun.
































