Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa kredibilitas dan komunikasi yang konsisten merupakan faktor utama dalam menjaga kepercayaan investor serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Wamenkeu saat menjadi narasumber dalam JP Morgan Alumni Senior Meeting di Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Wamenkeu, salah satu kualitas yang paling diapresiasi investor terhadap Indonesia adalah kemampuan pemerintah untuk terus menjaga komunikasi dan menjelaskan arah kebijakan secara terbuka.
“Menurut saya ini adalah quality yang dicari oleh para investor kita. Constant communication. Kita harus komunikasikan tujuan dari kebijakan itu,” ujar Wamenkeu.
Ia menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi dengan investor, yang terpenting bukan hanya menjelaskan aspek teknis kebijakan, tetapi juga menyampaikan tujuan dan alasan di balik kebijakan tersebut. Dengan demikian, investor dapat memahami arah kebijakan pemerintah meskipun menghadapi kondisi ekonomi yang terus berubah.
Lebih lanjut, Wamenkeu menekankan bahwa kredibilitas menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai guncangan ekonomi global, mulai dari pandemi Covid-19 hingga dinamika geopolitik dan ekonomi internasional yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Yang jadi paling penting adalah credibility. Ketika masuk ke Maret 2020 (menghadapi pandemi Covid-19), kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi yang harus dijaga adalah kredibilitas,” kata Wamenkeu.
Menurut Wamenkeu, sektor keuangan pada dasarnya merupakan sektor yang bertumpu pada kepercayaan. Karena itu, pemerintah harus terus menjaga konsistensi antara kebijakan yang disampaikan dan implementasinya di lapangan.
“Menurut saya, credibility is the currency in the financial sector,” ujar Wamenkeu.
Selain kredibilitas, Wamenkeu juga menyoroti tingginya ketahanan atau resilience perekonomian Indonesia. Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki kemampuan adaptasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Saya meyakini resiliensi dari perekonomian kita itu luar biasa tinggi,” kata Wamenkeu.
Menurutnya, ketahanan tersebut perlu terus didukung melalui kebijakan yang memiliki tujuan yang jelas, tata kelola yang baik, serta pelaksanaan yang kredibel.
“Intent yang benar, kemudian credible and good governance. Ini dia kuncinya,” kata Wamenkeu.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu juga menyampaikan optimisme terhadap prospek investasi Indonesia. Ia menilai Indonesia tidak akan pernah kekurangan proyek investasi yang menarik dan mampu memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Namun demikian, realisasi investasi tetap membutuhkan perbaikan iklim investasi, terutama dari sisi kepastian hukum dan pembangunan kepercayaan.
“Indonesia tidak akan pernah kekurangan proyek yang bagus. Sangat banyak proyek di Indonesia yang bisa menghasilkan IRR (Internal Rate of Return) yang tinggi. Namun supaya betul-betul terjadi investasinya, maka iklim investasinya yang mesti diperbaiki. Kita selalu balik lagi ke hal yang sama, yaitu kepastian hukum dan trust,” ujar Wamenkeu.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































