Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img

Zurich Life Luncurkan ZIAP, Produk Asuransi Tradisional

PT Zurich Topas Life (Zurich Life) mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk lebih banyak meluncurkan produk asuransi tradisional, seperti polis dwiguna (endowment), dibandingkan unit link dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Direktur PT Zurich Topas Life, Richard Ferryanto, menjelaskan bahwa tren pembelian produk tradisional terus meningkat setiap tahunnya. Produk ini lebih diminati karena menawarkan manfaat yang pasti dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

- Advertisement -

“Bisnis Zurich Life saat ini mayoritas berada di produk tradisional. Produk ini memiliki manfaat yang lebih jelas dan mudah dicerna, sehingga lebih diterima oleh masyarakat,” ujar Richard dalam peluncuran Zurich Income Assurance Plan (ZIAP) di Jakarta, Selasa (11/2).

Baca Juga: Zurich Indonesia Klaim Pendapatan Premi Kendaraan Listrik Masih Terbatas

Lebih lanjut, Richard menambahkan bahwa polis dwiguna memberikan manfaat yang telah ditetapkan sejak awal, sehingga pemegang polis tidak perlu khawatir mengenai ketidakpastian.

- Advertisement -

Sebaliknya, produk unit link bisa menimbulkan rasa khawatir bagi pemegang polis akibat fluktuasi nilai investasi. Hal ini disebabkan oleh kombinasi antara proteksi dan investasi, sementara produk asuransi tradisional lebih menekankan pada kepastian manfaat.

“Dengan produk tradisional, risiko seperti meninggal dunia tetap ditanggung sesuai kesepakatan awal,” jelasnya.

Dalam dua tahun terakhir, Zurich Life melihat pertumbuhan signifikan dalam penjualan produk asuransi jiwa tradisional, yang juga menjadi salah satu kontributor utama bagi pendapatan perusahaan.

Meski demikian, Richard mengakui bahwa produk unit link masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi segmen tertentu yang tetap tertarik dengan opsi investasi dalam asuransi.

- Advertisement -

Sebagai informasi, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi dari produk asuransi tradisional mencapai Rp 78,46 triliun pada kuartal III-2024, naik 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 67,67 triliun. Produk tradisional juga berkontribusi sebesar 59,32% terhadap total pendapatan premi industri yang mencapai Rp 132,27 triliun per kuartal III-2024.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img