PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) merancang strategi ekspansi bisnis, digitalisasi, dan pengelolaan modal yang lebih efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan perusahaan di tahun ini.
Analis BCA Sekuritas, Ryan Santoso, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, menilai bahwa strategi tersebut dapat membantu TUGU mencapai pertumbuhan premi minimal 8 persen pada 2025.
Menurutnya, target tersebut akan didukung oleh peningkatan segmen asuransi properti yang diproyeksikan tumbuh 11 persen, serta segmen ritel yang ditargetkan naik hingga 20 persen.
Baca Juga: TUGU Perluas Segmen Ritel, Incar Pertumbuhan Berkelanjutan
“Untuk mencapai target ini, perusahaan berupaya memperluas basis nasabahnya dengan menambah serta mengoptimalkan bisnis dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ujar Ryan.
Selain memperkuat segmen korporasi, strategi ekspansi bisnis juga akan difokuskan pada pertumbuhan segmen ritel.
Sebagai bagian dari transformasi digital, TUGU berencana meluncurkan platform digital baru pada kuartal pertama 2025. Kehadiran platform ini bertujuan untuk menekan beban komisi tinggi yang selama ini dibayarkan kepada distributor pihak ketiga, yang mencapai lebih dari 30 persen.
“Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat posisi di segmen asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, serta perumahan,” tambahnya.
Selain mengurangi biaya operasional, platform digital ini juga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas produk asuransi bagi lebih banyak konsumen.
Ryan merekomendasikan beli saham TUGU dengan target harga Rp1.410 per saham, mencerminkan potensi kenaikan hingga 39 persen.
Ia juga memperkirakan bahwa TUGU dapat memberikan dividen dengan imbal hasil (yield) sekitar 7 persen, yang menjadi tambahan keuntungan bagi investor seiring dengan pergerakan harga saham menuju nilai wajarnya sesuai fundamental perusahaan.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































