PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Tbk (SMII) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024 dengan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp7,98 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan 4,77% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp7,61 triliun. Peningkatan pendapatan ini diiringi dengan kenaikan beban usaha menjadi Rp5,28 triliun dari Rp4,96 triliun pada 2023.
Meskipun beban usaha meningkat, laba usaha SMII tetap tumbuh sebesar 2,74% menjadi Rp2,53 triliun. Laba sebelum pajak pun naik dari Rp2,48 triliun menjadi Rp2,60 triliun. Sementara itu, laba bersih meningkat menjadi Rp2,23 triliun, naik dari Rp2,07 triliun pada tahun sebelumnya. Laba per saham dasar turut mengalami kenaikan, dari Rp68.099 menjadi Rp73.080.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pembiayaan infrastruktur, sumber pendapatan utama SMII berasal dari bunga atas pinjaman yang mencapai Rp5,72 triliun.
Baca Juga: Bank DKI Borong Penghargaan Digital, Legislator Dorong Inovasi Berkelanjutan
Pendapatan tambahan diperoleh dari pembiayaan syariah sebesar Rp829,91 miliar, investasi efek senilai Rp729,88 miliar, dan bunga deposito berjangka sebesar Rp467,23 miliar.
Selain itu, kontribusi pendapatan juga datang dari berbagai sumber lain, seperti penugasan fasilitasi proyek, jasa konsultasi, dan arranger fee. Namun, terdapat kerugian dari ventura bersama sebesar Rp182,39 miliar yang mengurangi sebagian total pendapatan.
Dari sisi neraca keuangan, hingga 31 Desember 2024, total aset SMII tercatat meningkat menjadi Rp120,07 triliun dari Rp115,75 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas juga naik menjadi Rp75,78 triliun dari Rp73,06 triliun, sedangkan ekuitas bertambah menjadi Rp43,81 triliun dari Rp42,26 triliun.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News
































