Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melonjak 82,4 Persen, Optimistis Tren EV Terus Tumbuh hingga Akhir 2026

Tren adopsi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat lonjakan signifikan pada pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sepanjang semester I 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama MUF, Dapot Parasian S. Sinaga, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 nilai piutang pembiayaan kendaraan listrik perusahaan mencapai Rp3,5 triliun, atau tumbuh 82,4 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Menurut Dapot, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik yang didukung oleh perkembangan ekosistem EV di Indonesia.

“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya adopsi kendaraan listrik seiring dengan penguatan ekosistem EV di Indonesia,” ujar Dapot.

Meski demikian, pemerintah masih menunda implementasi insentif kendaraan listrik yang sebelumnya diproyeksikan mulai berlaku pada Juni 2026. Berdasarkan perkembangan terbaru, kebijakan tersebut diperkirakan baru akan diterapkan pada Agustus 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Dapot menilai penundaan insentif berpotensi memengaruhi keputusan sebagian konsumen dalam jangka pendek. Namun, ia meyakini prospek pembiayaan kendaraan listrik tetap menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kendaraan rendah emisi.

“Namun, MUF tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan kendaraan listrik seiring dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik dan meningkatnya minat masyarakat,” katanya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, MUF terus memperkuat kerja sama dengan dealer serta berbagai mitra strategis. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan berbagai skema pembiayaan yang kompetitif serta menerapkan prinsip manajemen risiko yang prudent guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Optimisme serupa juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga pertengahan 2026, nilai pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan industri multifinance, baik roda dua maupun roda empat, mencapai Rp23,94 triliun, atau tumbuh 32,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peluang pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, salah satunya terkait nilai jual kembali (resale value) kendaraan listrik yang masih menjadi perhatian bagi lembaga pembiayaan maupun calon konsumen.

“Namun, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik dapat terus didorong antara lain melalui peningkatan minat masyarakat dan penguatan ekosistem kendaraan listrik,” ujar Agusman.

Dengan meningkatnya dukungan pemerintah, bertambahnya pilihan produk kendaraan listrik, serta semakin berkembangnya infrastruktur pendukung, industri pembiayaan optimistis tren penggunaan kendaraan listrik akan terus meningkat dan menjadi salah satu motor pertumbuhan sektor pembiayaan nasional hingga akhir 2026.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img