Institute For Development of Economics and Finance (Indef) telah menghitung dampak ekonomi dari program makan bergizi gratis yang diusulkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Penelitian ini dilakukan setelah program tersebut diuji coba sejak Mei lalu dengan melibatkan berbagai mekanisme.
“Riset ini mengambil uji coba makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh perusahaan platform digital GoTo Group sebagai studi kasus,” ujar Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Hastuti, dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis (18/10).
Indef menemukan dampak ganda dari program tersebut, terutama dalam penambahan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan para pengemudi ojek online (ojol). “Rata-rata penambahan tenaga kerja pada UMKM yang terlibat dalam pilot project program makan bergizi gratis di 10 kabupaten atau kota adalah sebanyak tiga orang,” ungkap Esther. Penambahan tenaga kerja tertinggi terjadi di Makassar, yaitu delapan orang, sementara Jakarta Timur mencatatkan penambahan terendah tanpa tambahan tenaga kerja.
Program makan bergizi gratis juga mendorong peningkatan penghasilan bersih per bulan UMKM. “Usaha yang terlibat dalam pilot project ini mendapatkan kenaikan rata-rata pendapatan sekitar 33,68%,” kata Esther.
Mitra pengemudi ojek daring di berbagai kota, seperti Jakarta Timur, Semarang, Makassar, Surabaya, Solo, Medan, Bogor, Bekasi, Bandung, dan Malang, mengalami peningkatan pemesanan. Rata-rata tambahan pemesanan yang diterima oleh mitra pengemudi di 10 kabupaten dan kota tersebut adalah tiga pemesanan per order.
“Dengan begitu, terdapat tambahan pendapatan bersih per hari untuk pengemudi ojol. Rata-rata peningkatan pendapatan bersih per hari yang diterima oleh mitra pengemudi di 10 kabupaten dan kota tersebut adalah 17%,” tambah Esther.
Indef juga memprediksi bahwa program ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, dengan proyeksi mencapai Rp 4.510 triliun pada 2025. Program ini bukan hanya sekedar untuk popularitas, tetapi menjadi sebuah masalah strategis yang bisa membantu masyarakat.
Dengan hasil riset ini, diharapkan program makan bergizi gratis dapat terus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan ekonomi lokal.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































