Adapundi Optimistis Hadapi Tantangan Ekonomi, Perkuat Pembiayaan Digital yang Bertanggung Jawab

Pelemahan nilai tukar rupiah, ketidakpastian ekonomi global, hingga meningkatnya risiko kredit di industri fintech lending menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku industri keuangan digital. Namun, di tengah kondisi tersebut, Adapundi tetap optimistis terhadap prospek pembiayaan digital di Indonesia dengan mengedepankan manajemen risiko yang prudent serta pemanfaatan teknologi untuk menjaga kualitas portofolio pinjaman.

Direktur Operasional Adapundi, Minerva Agustiani, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital masih menunjukkan tren yang positif meskipun pengguna kini semakin selektif dalam mengambil keputusan finansial.

Menurutnya, masyarakat saat ini cenderung lebih matang dalam mempertimbangkan kemampuan pembayaran sebelum mengajukan pembiayaan. Kondisi tersebut justru menjadi sinyal positif bagi industri karena menunjukkan peningkatan kesadaran finansial masyarakat.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan digital tetap terjaga. Pengguna kini lebih selektif dan mempertimbangkan kemampuan bayar dengan lebih matang,” ujar Minerva.

Minerva menjelaskan, pengalaman Adapundi selama lebih dari delapan tahun beroperasi, termasuk saat menghadapi pandemi COVID-19, menjadi modal penting dalam membangun ketahanan bisnis. Pengalaman tersebut memungkinkan perusahaan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi maupun perilaku konsumen.

Dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah meningkatnya perhatian terhadap tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90), Adapundi menerapkan pendekatan berbasis evaluasi berkelanjutan terhadap profil pengguna, tren pasar, serta pola perilaku konsumen yang terus berkembang.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengambil keputusan pembiayaan yang lebih tepat sekaligus memastikan akses pendanaan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing pengguna.

“Kualitas portofolio yang baik dibangun melalui pemahaman yang mendalam terhadap pengguna, bukan hanya melalui pengendalian risiko semata,” jelasnya.

Adapundi juga mencermati adanya perubahan perilaku masyarakat di tengah perlambatan konsumsi rumah tangga dan tekanan daya beli. Saat ini, masyarakat dinilai lebih fokus menggunakan pembiayaan untuk kebutuhan yang memiliki nilai guna yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi kondisi keuangan mereka.

Melihat tren tersebut, perusahaan terus menyesuaikan strategi bisnis dengan menghadirkan layanan pembiayaan yang relevan, sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran dana.

“Perubahan ini mencerminkan perilaku finansial yang semakin matang. Karena itu, kami tetap berfokus menghadirkan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan pengguna agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” kata Minerva.

Di tengah semakin ketatnya persaingan industri keuangan digital, baik dari fintech lending, bank digital maupun layanan Buy Now Pay Later (BNPL), Adapundi memilih untuk fokus pada peningkatan kualitas pengalaman pengguna.

“Fokus kami adalah membangun pengalaman pengguna yang cepat, transparan, dan mudah dipahami. Kepercayaan pengguna dibangun melalui konsistensi dalam memberikan layanan yang relevan dan dapat diandalkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Adapundi memandang prospek industri fintech lending Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan masih sangat menjanjikan. Meningkatnya adopsi teknologi digital dan kebutuhan masyarakat terhadap akses pendanaan yang lebih inklusif menjadi faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan industri.

Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan teknologi, pengelolaan risiko yang prudent, serta penyediaan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan strategi tersebut, Adapundi optimistis dapat terus memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat sekaligus menjaga pertumbuhan perusahaan secara sehat dan berkelanjutan.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img