InfoEkonomi.ID – PT Mitrausaha Indonesia Grup atau Modalku, salah satu fintech p2p lending di Indonesia mencatat telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp53 triliun ke 5,1 juta transaksi UMKM ke 5 negara yang diantaranya Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Country Head Indonesia Modalku Arthur Adisusanto menyebut penyaluran pembiayaan di Pulau Jawa masih dominan hingga saat ini. Berdasarkan data OJK, jumlah penyaluran pinjaman oleh fintech P2P lending di Pulau Jawa hingga Juli 2023 sebanyak Rp15,95 triliun, sedangkan di luar Pulau Jawa hanya Rp4,41 triliun.
Arthur juga menyebut dominasi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya karena permintaan terhadap akses pendanaan di wilayah tersebut masih cukup besar.
“Selain itu, didorong juga oleh aktivitas perekonomian Indonesia yang memang didominasi di Pulau Jawa,” ucapnya kepada KONTAN.CO.ID, Kamis (19/10).
Selain Pulau Jawa, Arthur menyebut penyaluran pembiayaan juga mengalir ke area lain di luar Pulau Jawa, seperti Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Bali.
Arthur juga menyadari bahwa potensi pembiayaan di luar Pulau Jawa masih sangat besar dan terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan pemerataan pembiayaan.
Untuk menjangkau UMKM di luar wilayah operasional Modalku, Arthur mengatakan perusahaannya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti platform digital untuk menjangkau UMKM yang tergabung di platform tersebut.
Selain itu, Modalku juga terus mengeksplorasi peluang ekspansi ke luar Pulau Jawa untuk mendorong distribusi penyaluran pembiayaan yang lebih merata.
































