Mandiri Utama Finance Catat Perbaikan NPF pada Awal 2026

PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan membaiknya rasio Non Performing Financing (NPF). Per Januari 2026, tingkat pembiayaan bermasalah perusahaan tercatat sebesar 1,30%, lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,36%.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga, mengatakan perbaikan tersebut merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam memperkuat manajemen risiko dan meningkatkan kualitas penyaluran pembiayaan.

“Angkanya membaik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,36%,” ungkapnya kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, penurunan rasio NPF ini didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pembiayaan. MUF juga terus memperkuat analisis kredit serta mengoptimalkan pengelolaan risiko dan proses penagihan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Memasuki periode Ramadan dan setelah Lebaran, MUF memproyeksikan adanya potensi peningkatan rasio NPF. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan yang dapat memengaruhi kondisi keuangan nasabah.

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, perusahaan tetap menjaga kualitas pembiayaan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang prudent.

“Dengan demikian, pertumbuhan pembiayaan tetap dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, MUF terus memperkuat kualitas pembiayaan melalui peningkatan analisis kredit, pemanfaatan data dan teknologi, serta monitoring portofolio pembiayaan secara berkala. Perusahaan juga memanfaatkan sinergi dalam ekosistem Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia dengan menjangkau nasabah yang memiliki rekam jejak keuangan yang baik.

Dapot menambahkan, sejumlah faktor eksternal seperti dinamika kondisi ekonomi, perubahan daya beli masyarakat, serta tantangan yang memengaruhi kemampuan bayar nasabah menjadi aspek yang perlu diwaspadai oleh industri pembiayaan.

Karena itu, MUF secara rutin memantau perkembangan kondisi pasar dan ekonomi, serta mengambil langkah mitigasi risiko secara proaktif guna menjaga kualitas pembiayaan tetap stabil.

“Upaya itu diharapkan dapat menjaga kualitas pembiayaan dan mempertahankan tingkat NPF pada level yang sehat,” pungkas Dapot.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img