Indonesia Perkuat Komitmen Kurangi Food Loss and Waste di Forum BRICS 2026

Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mendorong sistem pangan yang berkelanjutan melalui upaya pencegahan dan pengurangan susut dan sisa pangan (SSP) atau Food Loss and Waste (FLW). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pangan global.

Komitmen itu disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam forum internasional BRICS Agriculture Working Group (AWG) Keketuaan India Tahun 2026. Indonesia diwakili Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, selaku focal point dalam forum Strategic Dialogue on Food Loss and Waste Reduction in AWG BRICS 2026.

Dalam forum yang digelar secara daring tersebut, Nita memaparkan berbagai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat gerakan penyelamatan pangan sebagai bagian dari upaya menekan susut dan sisa pangan.

Menurut dia, pemerintah terus mendorong lima langkah strategis dalam penyelamatan pangan, yakni penguatan kebijakan dan regulasi, sosialisasi dan edukasi masyarakat, penguatan sinergi serta kolaborasi multipihak, fasilitasi sarana dan prasarana penyelamatan pangan, serta pengembangan sistem informasi yang terintegrasi.

“Peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu fokus penting dalam upaya penyelamatan pangan. Pengurangan sisa pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Nita, Rabu (13/5/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia secara konsisten menggelar berbagai kegiatan kolaboratif dalam peringatan The International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLW) setiap 29 September. Kegiatan itu menjadi sarana edukasi publik sekaligus penguatan gerakan penyelamatan pangan di berbagai daerah.

“Sejak 2022, Indonesia terus memperingati IDAFLW dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas. Kolaborasi ini penting untuk membangun budaya yang lebih bijak dalam mengelola dan mengonsumsi pangan,” katanya.

Langkah Indonesia tersebut mendapat apresiasi dari Direktur National Institute of Food Technology Entrepreneurship and Management, Kundli (NIFTEM-K), Harinder Singh Oberoi. Ia menilai berbagai aksi kolaboratif yang dilakukan Indonesia mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengurangan sisa pangan.

“Saya mengapresiasi perayaan IDAFLW yang dilaksanakan Indonesia melalui berbagai aksi kolaboratif untuk mencegah dan mengurangi sisa pangan. Langkah ini dapat memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku agar lebih bijak dalam mengonsumsi pangan,” ujar Harinder.

Forum tersebut merupakan bagian dari implementasi BRICS Action Plan 2025–2028 yang telah disepakati pada pertemuan AWG BRICS di Brasil tahun 2025. Selain Indonesia, sejumlah negara anggota BRICS seperti Brasil, China, Ethiopia, India, Rusia, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab turut berbagi pengalaman dan strategi dalam mengurangi susut dan sisa pangan.

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum internasional itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi global sekaligus mendorong aksi nyata penyelamatan pangan demi mewujudkan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img