PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), yang dikenal sebagai Tugu Insurance, mencatatkan kinerja keuangan impresif sepanjang periode 2020 hingga 2024. Perusahaan asuransi umum ini mencatat rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 27,5 persen per tahun, mencerminkan keberlanjutan kinerja yang positif dan pengelolaan keuangan yang solid.
Analis dari Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi, menilai bahwa pencapaian tersebut menjadi indikasi kemampuan TUGU untuk melakukan ekspansi dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan terarah.
“Selain memiliki captive market dari Grup Pertamina, struktur keuangan TUGU juga termasuk yang paling sehat di antara perusahaan asuransi umum, termasuk BUMN asuransi lainnya,” ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (10/6).
Dari sisi pendapatan, Tugu Insurance mencatat pertumbuhan pendapatan konsolidasi rata-rata sebesar 12,4 persen selama lima tahun terakhir. Pada akhir 2024, pendapatan konsolidasi perusahaan mencapai Rp3,93 triliun, tumbuh 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Tak hanya itu, total aset konsolidasi TUGU juga menunjukkan kekuatan keuangan perusahaan, yang pada akhir 2024 tercatat lebih dari Rp26,35 triliun. Leonardo menyebut, kapasitas aset ini memberi ruang strategis bagi TUGU untuk lebih fleksibel dalam melakukan investasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat komitmen jangka panjang terhadap para nasabahnya.
Dari sisi modal, ekuitas konsolidasi TUGU tercatat mencapai Rp10,5 triliun pada akhir 2024, meningkat signifikan dari posisi tahun 2020 sebesar Rp8,46 triliun. Hal ini turut memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam menghadapi potensi risiko di industri asuransi yang dinamis.
Sementara itu, rasio solvabilitas (RBC) perusahaan juga terjaga dengan sangat baik. Pada 2024, RBC TUGU tercatat sebesar 432 persen, jauh di atas rata-rata industri yang sebesar 326 persen dan lebih dari tiga kali lipat batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 120 persen.
Menurut Leo, ekuitas yang besar ini mencerminkan kemampuan Tugu Insurance untuk menyerap risiko besar dan tetap menjaga stabilitas neraca. Kekuatan modal ini dianggap menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan perusahaan menghadapi risiko yang terus berkembang.
“Tingkat RBC TUGU yang tinggi memberi keyakinan bahwa perusahaan ini sangat likuid dan solvabel serta mampu memenuhi kewajibannya terhadap nasabah,” ujarnya.
Dari perspektif pasar modal, kata Leo, TUGU adalah salah satu contoh emiten asuransi yang sehat secara fundamental dan menarik dari sisi tata kelola.
“Dengan struktur keuangan yang kuat dan eksposur pasar yang jelas, TUGU berada dalam posisi yang relatif lebih unggul,” ujar dia lagi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































