PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) nonsubsidi sebesar Rp1,7 triliun yang berasal dari kolaborasi dengan 10 pengembang properti besar di Indonesia. Angka ini menyumbang sekitar 50 persen dari total KPR nonsubsidi yang diproses melalui sembilan Sales Center BTN yang tersebar di berbagai wilayah.
Kesepuluh pengembang tersebut adalah Sinarmas Land, Lippo Land, Ciputra Group, Agung Podomoro Land, Alam Sutera, Summarecon, Paramount Land, Jababeka, Pakuwon Group, dan Agung Sedayu Group.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi aktif para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia.
Berkat capaian ini, BTN memberikan penghargaan kepada 10 pengembang tersebut yang dibagi menjadi tiga kategori antara lain kontribusi tertinggi (highest contribution), pertumbuhan kontribusi terbesar (contribution growth), dan kerja sama strategis (strategic partnership).
Para pengembang yang meraih penghargaan highest contribution yakni Sinarmas Land, Ciputra Group, dan LippoLand. Kemudian penghargaan contribution growth diserahkan kepada Agung Podomoro Land, Alam Sutera, dan Summarecon.
Sedangkan empat pengembang peraih penghargaan strategic partnership yakni Agung Sedayu Group, Pakuwon Group, Jababeka & Co, dan Paramount Land.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa dalam mendukung program 3 juta rumah yang diusung pemerintah, ini bukan hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat seperti yang sudah BTN lakukan sejak 1976. Sebab itu, kami memberikan apresiasi kepada para mitra developer terbaik atas kontribusinya di KPR nonsubsidi,” kata Hirwandi.
Penghargaan ini diserahkan dalam acara bertajuk “Connect & Collaborate: Build Together, Grow Together” pada Jumat, 13 Juni 2025. Acara tersebut juga menjadi momentum penguatan kemitraan strategis, sekaligus mengukuhkan peran BTN sebagai mitra utama industri properti di Indonesia.
Sejak berdiri pada Juni 2023, Sales Center BTN telah menjadi salah satu strategi kunci dalam menyasar segmen segmen menengah ke atas (emerging affluent). Hingga akhir 2024, realisasi KPR nonsubsidi dari Sales Center mencapai Rp2,4 triliun, dengan penambahan enam titik baru di Medan, Bandung, Makassar, serta kawasan Cibubur, PIK, dan Pondok Indah di Jakarta Raya.
Secara total, BTN telah menyalurkan Rp3,8 triliun KPR nonsubsidi melalui sembilan Sales Center yang aktif, dan akan membuka tiga lokasi tambahan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan.
Keberhasilan BTN dalam menjaring pengembang besar tak lepas dari program New Sales Force Management yang diluncurkan secara nasional pada April 2025. Melalui pelatihan intensif dan sistem monitoring ketat, produktivitas tim penjualan meningkat signifikan, dari hanya 16 persen menjadi 43 persen sales produktif.
Untuk mendorong kinerja Sales Center dan mitra pengembang, BTN menawarkan special rate kepada nasabah sebesar 2,65 persen fixed selama 3 tahun, lebih rendah dibandingkan special rate pada 2024 dan 2023 yakni masing-masing sebesar 3,75 persen dan 5,99 persen.
Fixed rate sebesar 2,65 persen selama 3 tahun tersebut berlaku untuk akad kredit selama Juni hingga 30 September 2025 dengan minimal plafon Rp750 juta dan minimal tenor 15 tahun. Kenaikan bunga berjenjang akan berlaku sebesar 3 persen per tahun hingga floating.
Tidak hanya itu, BTN juga menawarkan sejumlah benefit atau penawaran eksklusif hingga 30 September 2025 di antaranya biaya administrasi hanya Rp500.000 all tiering plafond, diskon 50 persen provisi, serta free appraisal dan Laporan Pemeriksaan Akhir (LPA).
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































