Komitmen Bank Sulselbar dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas terus menunjukkan hasil nyata. Melalui pembinaan berkelanjutan dan akses pembiayaan yang mudah, sejumlah produk UMKM binaan Bank Sulselbar kini berhasil menembus pasar ekspor.
Sentra UMKM Bank Sulselbar, yang berlokasi di Jalan Dr. Ratulangi, Makassar, menjadi pusat utama pengembangan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di level nasional dan internasional. Salah satu hasil konkret dari pembinaan ini adalah keberhasilan keripik pisang kepok Bachiss asal Pinrang dan kopi Seiya Sekopi dari Kota Palopo yang kini telah masuk ke pasar luar negeri.
Menurut Viky Novriansyah, Marketing Administrasi Sentra UMKM Bank Sulselbar, pembinaan yang diberikan tidak hanya berupa pelatihan teknis, namun juga mencakup penguatan strategi bisnis seperti pengemasan produk (packaging), manajemen keuangan dasar, dan pendampingan dalam pengajuan pembiayaan.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan bukan sekadar formalitas, tetapi disusun secara sistematis agar UMKM siap masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Viky juga menambahkan, pelatihan rutin yang diadakan Sentra UMKM Bank Sulselbar biasanya melibatkan 20 pelaku UMKM terpilih berdasarkan potensi dan kesiapan bisnis mereka. Banyak di antaranya belum memahami pentingnya tampilan produk dan pengelolaan stok, yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap daya saing usaha.
Ia menyampaikan bahwa pelatihan rutin sangat penting, karena banyak UMKM belum memahami pentingnya tampilan produk, manajemen stok, hingga strategi penjualan. “Padahal hal-hal tersebut menentukan daya saing produk mereka,” ujarnya seperti dilansir dari suaraindonesia.co.id.
Lanjut Viky menjelaskan, Bank Sulselbar menyediakan pembiayaan khusus bagi UMKM melalui mekanisme yang lebih ringan dibanding perbankan konvensional. Proses pengajuan kredit disertai pendampingan mulai dari perencanaan usaha hingga tahap pemanfaatan modal.
“Pelaku UMKM tidak dibiarkan berjalan sendiri. Kami dampingi agar mereka mampu mengelola keuangan usaha secara sehat dan mampu membaca peluang pasar,” kata Viky.
Dari sisi pembiayaan, Bank Sulselbar menawarkan skema kredit yang lebih ringan dibanding perbankan konvensional. Salah satunya adalah pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM yang telah berjalan dan ingin memperluas bisnis.
Produk seperti keripik pisang Bachiss dan kopi lokal Seiya Sekopi adalah contoh nyata bagaimana UMKM yang dibina dengan serius mampu menciptakan produk berkualitas dan siap ekspor.
Kripik Bachiss dan Seiya Sekopi tersebut mendapatkan penghargaan karena dianggap memenuhi standar ekspor dan memiliki keunikan khas daerah yang diberikan pada moment Wisuda UMKM Berdaya Saing dan Go Internasional” yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia di Mall Phinisi Point (Pipo) Makassar pada tahun 2022 lalu.
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja bersama, mulai dari pembinaan, pelatihan, hingga dukungan promosi dan pembiayaan. “Ini bukti bahwa UMKM kita bisa bersaing,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Sentra UMKM Bank Sulselbar juga aktif memfasilitasi pelaku UMKM untuk tampil di berbagai pameran produk daerah dan nasional, guna memperluas jangkauan pasar serta mempertemukan langsung pelaku usaha dengan konsumen baru.
Ia menyakini, dengan pembinaan yang menyeluruh dan dukungan pembiayaan yang terjangkau, Bank Sulselbar menunjukkan bahwa UMKM lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah yang tangguh, bahkan mampu bersaing di pasar internasional.
“Kegiatan pameran dan pelatihan adalah bagian dari strategi kami agar UMKM terus berkembang. Bank Sulselbar ingin jadi mitra strategis bagi pelaku usaha kecil yang serius ingin maju,” pungkas Viky Novriansyah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































