Tumbuh 5,8% YoY, BCA Raih Laba Rp 4,73 Triliun pada Januari 2025

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memulai tahun 2025 dengan hasil yang positif. Pada Januari 2025, BCA mencatatkan laba bersih Rp 4,73 triliun secara bank only, mengalami kenaikan 5,8% YoY dibandingkan Januari 2024 yang tercatat sebesar Rp 4,47 triliun.

Pencapaian laba tersebut dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih yang tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp 6,7 triliun. Di sisi lain, beban bunga BCA mengalami penurunan sebesar 3,2% YoY menjadi sekitar Rp 1 triliun, yang turut mendukung kinerja laba yang lebih tinggi.

- Advertisement -

Dalam aspek intermediasi, kredit BCA (bank only) tercatat tumbuh 15% YoY pada Januari 2025. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,9% YoY, mencerminkan stabilitas dalam penghimpunan dana.

Baca Juga: Tarik Tunai di EDC BCA Kini Di Kenai Biaya Rp 4.000

Faktor Pendukung Kinerja BCA

- Advertisement -

Menurut Rahmanto Tyas Raharja, Investment Analyst Lead Stockbit, kinerja BCA di awal tahun ini terbilang baik. Capaian laba tersebut setara dengan 7,7% dari estimasi laba konsolidasi sepanjang 2025 berdasarkan konsensus analis.

Salah satu faktor utama yang mendukung kinerja BCA adalah pertumbuhan kredit yang solid, yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi manajemen untuk pertumbuhan kredit konsolidasi sepanjang 2025 yang diperkirakan akan melandai ke kisaran 6%-8% YoY.

Selain itu, Rahmanto menyoroti Net Interest Margin (NIM) bank only yang mencapai 5,91% pada Januari 2025, lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi manajemen untuk NIM konsolidasi sepanjang tahun yang diperkirakan berada di kisaran 5,7%-5,8%.

“Hasil ini didorong oleh peningkatan CASA Ratio menjadi 82,6%, serta perubahan komposisi aset yang beralih ke instrumen dengan yield lebih tinggi,” ujar Rahmanto.

- Advertisement -

Meskipun kinerja BCA cukup solid, Rahmanto mencatat adanya kenaikan Cost of Credit (CoC) bank only pada Januari 2025 menjadi 0,76%. Namun, ia menilai kenaikan ini lebih disebabkan oleh efek temporer dari libur panjang pada akhir Januari. “Biasanya, kinerja CoC pada bulan berikutnya akan kembali normal,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img