Stasiun Karet Bakal Ditutup, KRL Pindah ke Stasiun BNI City

Rencana penutupan Stasiun Karet mengemuka setelah Menteri BUMN, Erick Thohir, mengungkapkan upaya pemerintah untuk memperbaiki ekosistem perkeretaapian Indonesia.

Stasiun Karet, yang selama ini melayani penumpang KRL, dinilai terlalu dekat dengan stasiun lainnya, yakni Stasiun BNI City, sehingga dinilai tidak efisien.

- Advertisement -

Erick Thohir menyatakan bahwa penutupan Stasiun Karet merupakan salah satu langkah untuk menciptakan ekosistem perkeretaapian yang lebih optimal. “Ini yang tadi dibilang kan bagaimana membangun ekosistem seperti tadi. Mungkin di (Stasiun) Karet, ditutup,” katanya di Stasiun BNI City, Jakarta Pusat, Rabu (1/1).

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan PT KAI, Rudi As Aturridha. Menurutnya, lokasi Stasiun Karet yang terlalu berdekatan dengan Stasiun BNI City mengurangi efisiensi lalu lintas penumpang.

- Advertisement -

“Stasiun karet ditutup karena sudah dekat sekali dengan BNI City. Jadi kalau orang yang mau ke Karet, dia tinggal jalan aja. Kan kita udah buat yang selasarnya sampai dengan ke BNI City, sehingga trafiknya pun akan lebih cepat,” sebut Rudi, dikutip Detikfinance.

Meski demikian, PT KAI belum menetapkan tanggal pasti penutupan Stasiun Karet. Rudi mengatakan bahwa keputusan tersebut masih menunggu keluarnya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.

Selain itu, untuk mendukung optimalisasi layanan perkeretaapian, pemerintah dan PT KAI tengah mengkaji rencana agar kereta bandara berhenti di Stasiun Sudirman. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengguna kereta bandara, yang saat ini masih tergolong rendah.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta, yang sudah beroperasi sejak 1 Desember 2017, hanya mengangkut 1,5 juta penumpang per tahun dari target 10 juta penumpang.

- Advertisement -

“Rencana kita mau berhentikan kereta dari BNI City ke Stasiun Sudirman supaya orang yang dari LRT yang mau ke bandara, nggak perlu ke BNI City tapi cukup di Sudirman. Karena jarak berjalan kakinya lebih sedikit. Dan yang ketiga memang kita juga sudah berlakukan dynamic pricing dan juga akan ada pricingnya secara progresif,” beber Rudi.

Dengan begitu nantinya proses naik dan turun penumpang kereta bandara dapat dilakukan di Stasiun BNI City dan Stasiun Sudirman.

Selain itu, kereta bandara juga ditargetkan bisa memangkas waktu perjalanan dari Stasiun BNI City-Stasiun Bandara Soetta kurang dari 40 menit, dari waktu tempuh saat ini 50 menit.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img