Menteri BUMN Erick Thohir sedang mengeksplorasi kemungkinan merger antara tiga maskapai milik negara, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.
Rencana ini menjadi respons atas pertanyaan mengenai kelanjutan penggabungan PT Garuda Indonesia (Persero) dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney).
Dalam wawancaranya di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu (1/1), Erick menyampaikan, “Kemarin sepertinya ada pemikiran yang berbeda bahwa ekosistem penerbangan yang dilakukan penggabungan. Sekarang kita lagi menjajaki apakah Pelita, Citilink, dan Garuda menjadi sebuah payung.”
Erick mengungkapkan bahwa dirinya dan jajaran BUMN sedang mendiskusikan langkah tersebut. Merger ini diyakini bisa menciptakan efisiensi di sektor penerbangan nasional, mengingat ketiganya memiliki peran strategis yang saling melengkapi.
Di sisi lain, Erick juga menanggapi wacana pembukaan Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, proyek tersebut tidak akan dilakukan jika belum benar-benar dibutuhkan.
Pembangunan Terminal 4 diperkirakan memakan biaya yang sangat besar. Sebagai alternatif, Erick menyarankan untuk lebih fokus pada perbaikan Terminal 2F yang akan menjadi terminal khusus untuk haji dan umrah.
Ia pun menyebut senantiasa mengkaji ulang seluruh proyek di BUMN, apakah itu efisien atau tidak.
“Ya itu Rp14 triliun. Ternyata dengan Rp1 triliun kita bisa rapikan semua dengan baik. Saya rasa ini efisiensi yang luar biasa,” ucapnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































