Tahun 2025 baru saja dimulai, dan beberapa harga pangan sudah menunjukkan pergerakan yang cukup mencolok. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan, pada 2 Januari 2025, harga telur ayam ras mengalami kenaikan hingga Rp30.810 per kilogram (kg). Tak hanya itu, cabai rawit merah pun ikut melonjak, mencapai Rp61.180 per kg. Wah, kira-kira kenapa ya harga pangan bisa seperti ini?
Namun, meski ada beberapa komoditas yang harganya naik, ada juga yang turun. Misalnya, harga beras premium turun sedikit, yakni sekitar 1,74 persen atau Rp270 menjadi Rp15.230 per kg. Begitu pula dengan beras medium yang turun sekitar 0,89 persen menjadi Rp13.360 per kg, dan beras stabilitas pasokan Bulog yang sedikit lebih murah, turun Rp50 menjadi Rp12.410 per kg.
Bawang dan Cabai: Naik dan Turun Silih Berganti
Mengenai bawang, ada kabar baik nih! Harga bawang merah turun signifikan sekitar 5,19 persen atau Rp2.150, sehingga sekarang harga bawang merah menjadi Rp39.310 per kg. Bawang putih bonggol juga turun, meski tidak sebanyak bawang merah, yakni sekitar 4,01 persen menjadi Rp41.680 per kg.
Namun, yang menarik perhatian adalah cabai. Harga cabai merah keriting sedikit turun sekitar 0,45 persen, tetapi cabai rawit merah justru melambung tinggi! Kenaikan harga cabai rawit merah sebesar 1,32 persen atau Rp800, menjadikannya Rp61.180 per kg. Waduh, buat yang hobi makan pedas, siap-siap dompet agak tipis ya!
Daging dan Telur: Turun Tapi Masih Mahal
Untuk harga daging, ada kabar baik nih. Daging sapi murni turun 0,64 persen atau Rp860, jadi sekarang harganya Rp134.140 per kg. Daging ayam ras juga mengalami penurunan, meski sedikit, turun Rp490 menjadi Rp38.090 per kg. Sayangnya, harga telur ayam ras masih terbilang tinggi meski turun sedikit. Telur turun 1,79 persen menjadi Rp30.810 per kg.
Komoditas Lain yang Ikut Turun
Beberapa bahan pokok lainnya juga menunjukkan penurunan harga, seperti kedelai biji kering (impor) yang turun 4,52 persen menjadi Rp10.340 per kg. Gula konsumsi juga sedikit turun Rp250 menjadi Rp17.930 per kg. Minyak goreng, baik yang kemasan sederhana maupun curah, ikut turun masing-masing sebesar 1,83 persen dan 2,09 persen. Wah, ada sedikit angin segar nih buat yang sering pakai minyak goreng!
Pergerakan Harga Ikan
Jangan lupa, harga ikan juga ikut berubah. Ikan kembung mengalami kenaikan harga cukup tinggi, yakni 6,68 persen atau Rp2.470, jadi harganya kini Rp39.460 per kg. Ikan tongkol pun naik, meski tidak setinggi ikan kembung, naik 2,01 persen menjadi Rp33.020 per kg. Sementara itu, ikan bandeng turun sekitar 7,44 persen menjadi Rp32.350 per kg.
Apa yang Perlu Kita Lakukan?
Dengan semua fluktuasi harga ini, kita sebagai konsumen memang perlu pintar-pintar mengatur pengeluaran. Sebagian harga mungkin naik, sementara yang lain turun. Menyusun anggaran belanja dengan lebih bijak bisa membantu kita tetap mengelola pengeluaran pangan dengan lebih efisien.
Jadi, meski harga telur dan cabai rawit merah melambung, ada beberapa komoditas lain yang harganya turun, dan ini bisa jadi kabar baik untuk dompet kita. Yang terpenting, kita tetap bisa beradaptasi dengan harga yang ada dan tidak panik dengan fluktuasi pasar yang terjadi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































