Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menegaskan rencana besar untuk merampingkan jumlah perusahaan pelat merah di Indonesia. Targetnya, jumlah BUMN akan dikurangi dari 41 menjadi hanya 30 perusahaan dalam rentang waktu 2024-2034.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja BUMN. Dalam acara Mandiri Investment Forum di Jakarta, Erick menyebut bahwa peta jalan untuk konsolidasi ini sudah dirancang dengan matang.
“Kalau bisa BUMN berjumlah 30-an. Sekarang kan 41. Nah, ke depan 30-an,” ucap Erick di sela-sela acara Mandiri Investment Forum di Jakarta beberapa waktu silam.
Baca juga: Erick Ganti Direksi BUMN Energi hingga Kesehatan, Ini Tujuannya!
Erick mengungkap rencana pemangkasan ini sebenarnya bukan ide baru. Sejak awal menjabat pada 2019, dirinya telah merencanakan pengurangan jumlah BUMN.
Daftar Merger BUMN yang Direncanakan
Berikut adalah rencana merger sejumlah BUMN besar yang akan dilakukan pada 2025:
1. Pelindo – Pelni – ASDP
Erick Thohir memastikan penggabungan antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Pelayaran Indonesia (Pelni), dan PT ASDP Indonesia Ferry. Nantinya, Pelindo akan menjadi holding, sementara Pelni dan ASDP menjadi entitas di bawahnya.
Langkah ini bertujuan untuk menekan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi laut.
2. KAI – INKA
Penggabungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) juga sedang diproses. Merger ini diharapkan membuat kedua perusahaan lebih lincah dalam menjalankan bisnisnya.
“Prosesnya sudah berjalan empat tahun terakhir, dan kita sedang menyusun waktu pelaksanaannya,” kata Erick.
3. PTPN – Perhutani
Untuk sektor perkebunan, Erick mengusulkan penggabungan antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani. Jika merger ini terealisasi, kedua BUMN akan memiliki lahan gabungan seluas 2,2 juta hektare, mendukung program swasembada pangan pemerintah.
4. Holding RS BUMN – Bio Farma
Erick juga ingin holding rumah sakit (RS) BUMN yang telah dibentuk, digabungkan di bawah PT Bio Farma (Persero). Tujuannya adalah menciptakan sistem layanan kesehatan terpadu yang melibatkan apotek, produksi farmasi, dan rumah sakit.
5. BUMN Karya
Sektor konstruksi juga tak luput dari perhatian. Erick berencana melebur tujuh BUMN Karya menjadi tiga kelompok:
- Waskita Karya digabung dengan Hutama Karya
- Nindya Karya disatukan dengan Brantas Abipraya dan Adhi Karya
- Wijaya Karya (WIKA) digabung dengan Pembangunan Perumahan (PTPP)
Merger ini diharapkan mampu menyehatkan bisnis konstruksi dan membuat perusahaan fokus pada tugas masing-masing.
Tujuan Besar: Efisiensi dan Efektivitas
Erick menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya untuk merampingkan jumlah perusahaan, tetapi juga untuk menciptakan BUMN yang lebih kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan nasional.
Dengan rencana ambisius ini, akankah BUMN menjadi lebih efisien dan mendukung pertumbuhan ekonomi? Kita tunggu implementasi kebijakan ini di tahun-tahun mendatang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































