InfoEkonomi.ID – PLN Indonesia Power (PLN IP) merayakan ulang tahun ke-29 pada 3 Oktober 2024, menandai perjalanan panjang dalam kontribusinya terhadap penyediaan listrik di Indonesia. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa perusahaan telah bertransformasi menjadi entitas yang berorientasi ke depan, dengan fokus kuat pada pengembangan energi bersih.
“Pada usianya yang ke-29, PLN Indonesia Power kini berhasil bergeser dari perusahaan yang melihat ke belakang menjadi perusahaan yang melihat ke depan,” kata Darmawan dalam keterangannya dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu (5/10).
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menambahkan bahwa perjalanan hingga mencapai usia ini tidaklah mudah. PLN IP telah berhasil menjawab berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan listrik di Tanah Air, termasuk menjadikannya sebagai Global Player Geothermal nomor dua di dunia dengan pengelolaan 1.107,5 MW energi panas bumi.
PLN IP juga menunjukkan kemajuan dalam energi terbarukan, dengan rencana peluncuran beberapa proyek baru, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 110 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Singkarak 50 MW serta Saguling 60 MW yang berkolaborasi dengan mitra global.
Edwin juga menekankan keberhasilan perusahaan dalam membangun Green Hydrogen Plant Kamojang, yang menjadi pionir dalam ekosistem hidrogen di Indonesia. Selain itu, PLN IP telah merealisasikan pembangunan pabrik Solar PV pertama dan terbesar di Indonesia.
Lebih lanjut, kehadiran PLTU Suralaya 9-10 yang mengusung teknologi Ultra Selective Catalytic Production menegaskan komitmen perusahaan dalam pengembangan pembangkit rendah karbon. Edwin menjelaskan bahwa proyek ini juga memanfaatkan amonia hijau dan hidrogen hijau sebagai sumber energi utama.
PLN Indonesia Power juga menjalankan proyek Hijaunesia untuk mengakselerasi transisi energi dengan membangun 12 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di 13 lokasi di Indonesia, dengan total kapasitas 1.055 MW.
Dalam rangka mendukung upaya transisi energi berkelanjutan, PLN Indonesia Power berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi, seperti yang ditunjukkan dengan penerbitan sertifikat penurunan emisi PLTM Gunung Wugul yang diperdagangkan di Bursa Carbon Indonesia (IDX Carbon).
Dengan berbagai inisiatif ini, PLN Indonesia Power menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
































