“Saat ini, data memegang pemeran penting dan strategis dalam pengambilan kebijakan. Kesepakatan bersama BPS RI hari ini merupakan langkah penting dalam mendukung perencanaan dan analisis mobilitas masyarakat. Kami berharap kemitraan strategis ini akan menghasilkan langkah nyata baik dalam bentuk studi bersama, integrasi data, maupun pengembangan dashboard, hingga analisis bersama,” ungkap Direktur Utama Jakarta Tuhiyat.
Senada dengan Direktur Tuhiyat, Amalia menyebutkan bahwa kerja sama ini akan menghasilkan data yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Melalui nota kesepahaman ini BPS RI dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam bidang penguatan data dan analisis, dengan tujuan akhir bersama yaitu menghasilkan statistik resmi negara atau official statistics yang semakin relevan, akurat, dan bermanfaat” jelasnya.
Usai penandatanganan, rombongan berkesempatan meninjau area konstruksi Stasiun Monas. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina yang mendampingi menjelaskan tentang profil stasiun serta target operasional pada akhir 2027 mendatang.
Ruang lingkup nota kesepahaman meliputi pelaksanaan kajian dan penelitian data perkeretaapian umum perkotaan, pengembangan sistem informasi bersama, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Rencananya, nota kesepahaman ini berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































