IBC Gandeng CATL Investasi Rp18 Triliun untuk Produksi Sel Baterai di Indonesia

PT Industri Baterai Indonesia (IBC) resmi menjalin kerja sama dengan CBL International Development Pte Ltd, unit bisnis dari Contemporary Amperex Technology Co Ltd. (CATL), dalam bentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk manufaktur sel baterai. Total investasi mencapai US$1,18 miliar, setara dengan Rp18,29 triliun. Penandatanganan perjanjian dilakukan di kantor Kementerian BUMN, Rabu (16/10).

Direktur Utama IBC, Toto Nugroho, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong hilirisasi nikel serta pengembangan industri baterai terintegrasi di Indonesia. “Proyek manufaktur battery cell kami telah memasuki tahap awal dan berlokasi di Karawang, Jawa Barat,” katanya dikutip bisnis, Kamis (17/10).

- Advertisement -

Proyek ini dirancang untuk berkembang secara bertahap dengan kapasitas produksi mencapai 15 gigawatt hour (GWh) per tahun, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global. General Manager of International Business Manufacturing Operations of CATL, Gordon An, menegaskan pentingnya proyek pabrik baterai dalam membangun ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia. “Kami berharap dapat bekerja sama untuk mendukung elektrifikasi di Indonesia,” ujar Gordon.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menambahkan bahwa IBC berpotensi menjadi pemain utama dalam menarik investasi ke pasar baterai, lebih unggul dibandingkan pemain global lainnya. “Kita harus cepat dan adaptif dalam mengeksekusi proyek ini,” jelas Tiko, yang optimis hasil kerja sama ini dapat terlihat pada 2027.

- Advertisement -

Dengan memanfaatkan potensi cadangan nikel Indonesia, Project Dragon diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global baterai kendaraan listrik. Proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, menarik investasi asing, dan meningkatkan kapasitas industri energi terbarukan di Tanah Air.

Sebagai informasi tambahan, IBC merupakan perusahaan patungan yang melibatkan PT Antam Tbk, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), berfokus pada rantai nilai di segmen hilir seperti manufaktur material baterai, sel baterai, dan daur ulang baterai.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img