HAJJ Siap Manfaatkan Peluang Pasca BPH Lepas dari Kemenag

PT ARSY Buana Travelindo Tbk (HAJJ) melihat potensi peningkatan pendapatan setelah Badan Penyelenggara Haji (BPH) tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

“Peluang untuk peningkatan pendapatan tentu ada, apalagi kita sudah membuka subsidiari di Saudi Arabia,” ungkap Presiden Direktur PT Arsy Buana Travelindo, Saiful Bahri, dikutip dari kontan, Jumat (25/10).

- Advertisement -

Di awal tahun 2024, HAJJ telah memasuki pasar lokal Arab Saudi dan global melalui pendirian anak usaha Arsy Buana Travelindo (ABT) LLC, yang sepenuhnya dimiliki oleh perseroan dan telah memperoleh lisensi dari Kementerian Investasi Kerajaan Arab Saudi (MISA).

Meskipun Saiful tidak dapat memprediksi secara pasti besaran kenaikan pendapatan, ia menegaskan bahwa peningkatan ini didukung oleh sumber pendapatan dari penyediaan akomodasi bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

- Advertisement -

“Mudah-mudahan dengan adanya badan baru ini, dapat melibatkan kita sebagai penyedia akomodasi bagi jemaah haji reguler,” tambahnya. Saiful juga berharap bahwa kehadiran BPH dapat mendukung visi Arab Saudi 2030 terkait haji dan umrah, sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah atau haji.

“Kemudahan-kemudahan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dan pelaku industri tanah air, dalam hal ini PPIU dan PIHK,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Presiden ke-8 Indonesia, Prabowo Subianto, telah resmi membentuk Badan Penyelenggara Haji (BPH) yang ditandai dengan pelantikan Kepala Penyelenggara dan Wakilnya di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/10). Pengangkatan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 144 P Tahun 2024 tentang Badan Penyelenggara Haji. Sebelumnya, BPH berada di bawah Kementerian Agama.

 

- Advertisement -

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img