Pria berbadan kekar ini dikenal sebagai pemuda yang banyak menghabiskan waktu di jalanan. Dengan latar belakang yang keras, Sam tumbuh menjadi petinju handal, bahkan pernah meraih medali emas di sebuah kejuaraan tinju di Bali beberapa tahun lalu.
Kehidupan yang keras telah membentuk karakternya yang tegas. Namun, meskipun seringkali terlihat kasar, Sam juga mampu menunjukkan sisi lembut dan kecerdasan dalam pekerjaannya. Kemampuannya inilah yang membuatnya diterima sebagai staf pengajar di Universitas PGRI NTT-Kupang. Bahkan, siapa sangka pria dengan penampilan khas kepala plontos ini pernah memimpin universitas tersebut sebagai rektor.
Meskipun dikenal memiliki suara lantang dan postur tubuh yang di atas rata-rata orang NTT, Sam sebenarnya memiliki hati yang lembut. “Orang yang mengenal saya akan bilang, itu cuma suara saja yang keras, tapi hatinya lembut… Suara saya memang besar, tapi bukan berarti marah, itu hanya gaya saya. Orang seringkali langsung berpikir saya keras, tapi setelah mengenal saya, mereka tahu hati saya lembut seperti salju dan romantis,” ujar Sam Haning.
Selain berkarier di Universitas PGRI NTT, Sam juga pernah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Universitas Nusa Cendana dan menjabat sebagai Konsultan Hukum untuk BULOG NTT.