Program CSR ini, yang diluncurkan oleh Enesis Group bersama Pemkab Jember, diresmikan di Desa Wringintelu, Kecamatan Puger pada Selasa (4/6). CEO Enesis Group Aryo Widiwardhono turut hadir dalam acara ini. Program tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang, serta mengoles Soffell, guna melindungi dari penyakit DBD dan Chikungunya yang marak.
Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengungkapkan apresiasi dan dukungannya kepada Enesis Group atas CSR yang diberikan kepada Jember, terutama dalam bidang kesehatan masyarakat Kota Tembakau. “Kolaborasi dalam membasmi DBD harus diperkuat. Kerja nyata seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya setelah peluncuran program Desa Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas Gerak.
Hendy menjelaskan bahwa Jember adalah daerah yang rawan terhadap kasus DBD. Dengan 31 kecamatan, wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap penyakit tersebut. “Soffell memberikan CSR ini untuk membantu menyelamatkan kita dari penyakit yang mematikan,” tambahnya.
Head of HR dan Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, menjelaskan bahwa Enesis Group melalui Soffell meyakini bahwa kunci dalam menurunkan kasus DBD adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, upaya ini akan dilakukan secara berkelanjutan dengan edukasi tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus. “Kami berharap bahwa edukasi ini bukan hanya upaya sementara, tetapi merupakan investasi jangka panjang,” ungkapnya.
Program Desa Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas Gerak adalah inisiatif Enesis Group untuk memberikan edukasi tentang pencegahan DBD dan Chikungunya kepada masyarakat. Program ini akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 28 Juni di kecamatan Puger dan Balung, dengan menjangkau lebih dari 15.000 warga.