BPD DIY Ditargetkan Salurkan 100 Unit KPR FLPP Tahun 2024

InfoEkonomi.ID – Setelah dilakukan penilaian oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada 22 April 2024 terhadap capaian realisasi penyaluran dana FLPP Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2023, BPD DIY kembali ditargetkan menyalurkan dana FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 100 unit pada tahun ini.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Tapera dan BPD DIY pada Selasa (21/5) di Kantor Pusat BPD DIY. Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, dan Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad. Pemerintah Provinsi DIY menunjukkan dukungannya dengan kehadiran Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dan Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho.

Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menegaskan dukungan Pemerintah DIY dalam menyediakan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat di Provinsi DIY. “Semoga kita dapat mempercepat dan memperluas jangkauan program KPR Sejahtera FLPP ini, sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.

Berdasarkan data dari BP Tapera, Provinsi DIY saat ini memiliki ketersediaan hunian (supply) sebesar 1.939 unit rumah di 4 kabupaten/kota di Provinsi DIY, sementara kebutuhan (demand) tercatat sebanyak 3.642 unit di 5 kabupaten/kota, khususnya di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Per 22 Mei 2024, dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah disalurkan untuk 76.730 unit rumah senilai Rp9,318 Triliun, yang tersebar di 8.429 perumahan, dibangun oleh 6.001 pengembang perumahan dari 35 bank penyalur di 33 provinsi dan 380 kabupaten/kota. Sementara itu, akad pembiayaan perumahan Tapera pada periode yang sama telah tersalurkan sebanyak 1.786 unit senilai Rp268,4 Miliar.

Sejak awal penyaluran KPR FLPP hingga tahun 2023, Provinsi DIY telah berhasil merealisasikan penyaluran sebanyak 459 unit rumah senilai Rp50 Miliar, atau sebesar 0,20% dari total penyaluran KPR FLPP hingga tahun 2023 sebanyak 229.000 unit rumah dengan nilai Rp26,32 Triliun.

Pada tahun 2024, berdasarkan Nota Keuangan RAPBN Tahun 2024, BP Tapera diamanahkan untuk menyalurkan 166.000 unit senilai Rp21,6 Triliun. Melalui Kementerian Keuangan RI, jumlah ini dioptimalisasi menjadi 170.000 unit dengan nilai yang sama. Sementara itu, pembiayaan Rumah Tapera ditargetkan sebanyak 8.717 unit senilai Rp1,3 Triliun.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmat, menyatakan bahwa realisasi FLPP PT Bank BPD DIY hampir mencapai 500 rumah dan diharapkan terus meningkat, memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk memiliki rumah sederhana.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, dalam sambutannya menyebutkan bahwa properti memberikan efek berganda yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia. Ia mengajak semua pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Bank Pelaksana, dan Asosiasi Pengembang untuk mendukung program ini agar ekonomi masyarakat dapat berdampak positif melalui sektor properti.

“Menurut data Susenas, perekonomian DIY triwulan I-2024 tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy) dibandingkan triwulan I-2023. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk berperan dalam menurunkan angka kemiskinan melalui sektor properti,” pungkasnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img