Bank Nagari kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu resmi masuk dalam daftar World’s Best Banks 2026 yang dirilis majalah bisnis global Forbes bekerja sama dengan lembaga riset Statista.
Masuknya Bank Nagari dalam daftar tersebut menegaskan posisi bank daerah asal Sumbar itu sebagai salah satu institusi perbankan terbaik yang tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga di level global.
Dalam pemeringkatan tersebut, Forbes mencatat ada 18 bank yang beroperasi di Indonesia yang berhasil masuk daftar bank terbaik dunia 2026, termasuk sejumlah bank besar nasional dan internasional. Bank Nagari menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang berhasil memperoleh pengakuan tersebut.
Pemeringkatan World’s Best Banks 2026 disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 54.000 responden di 34 negara. Survei dilakukan pada Oktober hingga November 2025 dengan mengukur tingkat kepuasan nasabah terhadap layanan perbankan yang mereka gunakan saat ini maupun dalam tiga tahun terakhir.
Penilaian mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari tingkat kepercayaan nasabah, biaya dan ketentuan layanan, kualitas layanan pelanggan, layanan digital, hingga kualitas konsultasi keuangan yang diberikan bank.
Keberhasilan Bank Nagari masuk daftar tersebut dinilai tidak lepas dari transformasi dan penguatan layanan yang terus dilakukan perusahaan, terutama dalam pengembangan layanan digital dan penguatan kinerja bisnis.
Sepanjang 2025, total aset Bank Nagari tercatat mencapai Rp33,61 triliun atau tumbuh 1,97 persen dibandingkan Desember 2024. Sementara kredit dan pembiayaan mencapai Rp25,27 triliun.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyebut kondisi perlambatan kredit dipengaruhi belum optimalnya permintaan pembiayaan di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, kinerja keuangan Bank Nagari dinilai tetap solid. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp26,84 triliun, sedangkan laba bersih mencapai Rp493,74 miliar.
Bank Nagari juga menunjukkan kondisi permodalan yang kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,72 persen atau jauh di atas ambang batas minimal delapan persen.
Selain itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,40 persen yang masih masuk kategori sehat.
Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, modal inti Bank Nagari terus mengalami peningkatan secara konsisten. Pada 2023 modal inti tercatat Rp3,70 triliun, naik menjadi Rp3,92 triliun pada 2024, dan kembali meningkat menjadi Rp4,06 triliun di 2025.
Kinerja positif juga ditopang perkembangan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari yang tumbuh signifikan sepanjang 2025.
Total aset Unit Usaha Syariah Bank Nagari mencapai Rp6,49 triliun atau tumbuh 6,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan syariah meningkat menjadi Rp4,63 triliun, sementara laba setelah pajak tumbuh 15,43 persen menjadi Rp224,62 miliar.
Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap layanan transaksi berbasis syariah.
Di sisi lain, transformasi digital Bank Nagari juga terus menunjukkan perkembangan positif. Super apps Ollin by Nagari mencatat jumlah pengguna mencapai 336.933 sepanjang 2025 atau meningkat 57,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penguatan layanan digital juga dilakukan melalui berbagai inovasi seperti Nagari Portal Payment, Nagari Digital Masjid, Nagari Cash Management, hingga Nagari Card yang mendukung kemudahan transaksi masyarakat.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Nagari tidak hanya memperkuat layanan perbankan, tetapi juga mendorong peningkatan inklusi keuangan di Sumatera Barat.
Masuknya Bank Nagari dalam daftar World’s Best Banks 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa bank daerah mampu bersaing di tingkat global melalui inovasi, penguatan layanan, dan kepercayaan nasabah yang terus meningkat.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































