InfoEkonomi.ID – Sebagai produsen utama pupuk urea di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) tidak hanya memusatkan perhatian pada produksi pupuk semata.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional dengan memenuhi kuota produksi dan distribusi pupuk subsidi dan non-subsidi, Pupuk Kaltim juga menekankan pentingnya pendidikan kepada petani dan masyarakat mengenai praktik pertanian yang lebih efisien.
Dalam mendukung inisiatif ini, Pupuk Kaltim aktif terlibat dalam melahirkan program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Pupuk Indonesia sebagai induk perusahaan.
Program MAKMUR bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan para petani melalui pendampingan yang berkelanjutan. Dimulai sejak tahun 2020, program ini merupakan hasil sinergi antara Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia melalui sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Salah satu fokus utama dari MAKMUR adalah membangun kemandirian sektor pertanian agar tidak tergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi. Namun, MAKMUR tidak hanya berupaya untuk menciptakan kemandirian semata, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
Dalam kerangka MAKMUR, Pupuk Kaltim memberikan pendidikan kepada petani mengenai penggunaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo menyampaikan bahwa program MAKMUR yang dilakukan oleh Pupuk Kaltim merupakan salah satu wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung produktivitas pertanian.
“Melalui MAKMUR, Pupuk Kaltim terus berupaya untuk menciptakan ekosistem pertanian mandiri yang dapat meningkatkan produktivitas petani. Bukan sekadar mandiri, tapi juga menciptakan ekosistem yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Jadi bukan hanya mengedukasi, tapi juga memberdayakan petani,” kata Budi yang dilansir dari Kontan.co.id
Per Desember 2023, lewat program MAKMUR, Pupuk Kaltim telah berhasil merealisasikan 72.436 hektar lahan dengan jumlah petani yang tergabung 24.497 orang. Target 2023 berhasil dicapai dengan kenaikan lahan sebesar 113,18 persen dari target 64.000 hektar.
Selain itu, melalui program MAKMUR, petani binaan Pupuk Kaltim berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen padi dan jagung rata-rata hingga 22 persen, sehingga kesejahteraan petani juga turut meningkat lewat keuntungan hasil panen padi dan jagung yang meningkat rata-rata 50 persen.
Lewat program MAKMUR, selain memberikan edukasi mendalam terkait pemupukan yang efektif dan efisien, Pupuk Kaltim juga mengedukasi petani dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk selain pupuk subsidi, sehingga secara tidak langsung juga mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk subsidi.
Program ini telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia, dan pada tahun 2023, Pupuk Kaltim diamanatkan untuk mengelola program MAKMUR di seluruh Sulawesi, seluruh Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, NTB, dan NTT.
Memasuki tahun 2024, Pupuk Kaltim tentu berharap bisa menyamai capaian positif program MAKMUR di tahun sebelumnya, bahkan meningkat. Karena itu, untuk 2024 ini, Pupuk Kaltim menargetkan 72.000 hektar lahan, naik 13% persen dari target 2023.
“Kami menyadari bahwa peran pertanian sangat berdampak pada ketahanan pangan nasional. Maka dari itu, Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk mendukung para petani melalui berbagai program yang kami eksekusi. Semoga program MAKMUR yang dilaksanakan oleh Pupuk Kaltim dapat terus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Soesilo.

































