Bea Cukai terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di bidang kepabeanan. Upaya ini diwujudkan di berbagai daerah, teemasuk sinergi pengelolaan bahan kimia di Bea Cukai Tanjung Priok serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum oleh Bea Cukai Parepare.
Di Tanjung Priok, Bea Cukai menerima kunjungan delegasi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam rangka 1st Fact-Finding Mission on Chemicals Management Instruments pada 3 Juli 2026. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian implementasi instrumen pengelolaan bahan kimia di Indonesia sebagai salah satu tahapan aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai memaparkan mekanisme pelayanan dan pengawasan kepabeanan, khususnya terhadap impor bahan kimia. Delegasi OECD juga memperoleh gambaran mengenai penerapan manajemen risiko, pemeriksaan kepabeanan, serta koordinasi Bea Cukai dengan kementerian dan lembaga teknis dalam memastikan pemasukan bahan kimia telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi OECD terhadap keselarasan regulasi, kebijakan, dan praktik operasional Indonesia dengan instrumen internasional di bidang pengelolaan bahan kimia.
Sementara itu, di Sulawesi Barat, Kepala Bea Cukai Parepare, Dawny Marbagio turut mendampingi Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Martha Octavia dalam kunjungan kehormatan kepada Gubernur Sulawesi Barat dan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Pertemuan tersebut menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang kepabeanan dan cukai serta memperkokoh pengawasan di wilayah Sulawesi Barat.
Melalui pertemuan tersebut, Bea Cukai bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat dalam menciptakan sistem pengawasan yang semakin efektif.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan bahwa pengawasan kepabeanan yang efektif memerlukan kolaborasi yang kuat, baik dengan mitra internasional maupun instansi di dalam negeri.
“Kolaborasi dengan organisasi internasional, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum memungkinkan Bea Cukai menjalankan fungsi pengawasan secara lebih efektif sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan yang aman dan sesuai ketentuan,” ujar Budi.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































