InfoEkonomi.ID – PT BNI Life Insurance atau BNI Life terus mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan di tahun 2023 ini. Terbaru, BNI Life mencatatkan perolehan investasi perseroan mencapai Rp1,1 triliun per September 2023 atau tumbuh sebesar 24 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan menerangkan mayoritas instrumen investasi BNI Life adalah obligasi sehingga income paling besar dari kupon obligasi.
Mengenai tren investasi saat ini dan hingga akhir tahun, Eben melihat adanya peluang penurunan yield obligasi sampai Desember 2023, dengan target 10 yield goverment bond di kisaran 6,55. Adapun untuk JCI masih ada potensi rebound ke 7.000.
Menurut Eben, ada sejumlah hal yang mesti diwaspadai ke depannya dan berpotensi memengaruhi hasil investasi. Dia bilang kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang di luar prediksi pada Oktober 2023 membuat pelaku investasi cukup terkejut. Sebab, cukup memberikan dampak terhadap kenaikan yield obligasi.
“Ditambah dengan era suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang belum berakhir serta belum adanya kepastian kenaikan lanjutan yang akan dilakukan oleh The Fed di sisa akhir tahun ini,” ujarnya, dilansir dari Kontan.co.id
Eben berpendapat hal tersebut yang membuat kondisi pasar pada Oktober 2023 makin volatile. Selain itu, kata dia, ditambah kondisi pelemahan Rupiah juga terus berlanjut sejak awal kuartal III-2023.
Dengan demikian, hal-hal seperti itu yang membuat perusahaan harus aktif melakukan rebalancing pada portofolio investasi.
Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil investasi industri asuransi jiwa per Agustus mencapai Rp 23,66 triliun.

































