Pendidikan Vokasi Kemenperin Kian Diminati, Puluhan Ribu Peserta Ikuti Seleksi JARVIS 2025

Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai salah satu strategi utama untuk mendukung transformasi manufaktur nasional dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Melalui program pendidikan vokasi industri yang menerapkan konsep link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, Kemenperin berhasil mencetak ribuan tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pengembangan SDM industri merupakan investasi strategis untuk memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Seluruh lembaga pendidikan vokasi industri Kemenperin disiapkan dengan spesialisasi dan kompetensi yang spesifik agar menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter industri yang kuat sehingga mampu berdaya saing secara global,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/6).

Sepanjang tahun 2025, Kemenperin telah menghasilkan sebanyak 5.472 lulusan dari unit pendidikan vokasi industri yang terdiri atas 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Para lulusan tersebut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur dan mayoritas terserap oleh dunia kerja dalam waktu maksimal enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menegaskan bahwa keberhasilan penyerapan lulusan tersebut menjadi bukti nyata efektivitas sistem pendidikan vokasi industri yang diterapkan Kemenperin.

“Pendidikan vokasi industri yang diselenggarakan Kemenperin menerapkan sistem link and match yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga menghasilkan lulusan kompeten yang siap kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perusahaan industri yang menyerap lulusan dari unit pendidikan vokasi Kemenperin,” ungkap Doddy.

Menurutnya, pendidikan vokasi industri Kemenperin tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga praktik langsung di lingkungan industri melalui berbagai program pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan demikian, lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja.

Keberhasilan lulusan pendidikan vokasi Kemenperin juga terlihat dari kiprah mereka di berbagai perusahaan nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Jeihza Malik, lulusan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal yang kini bekerja di Mono Group Hungaria pada bagian Sanding Department.

“Mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda di kawasan industri Eropa merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari pembelajaran teori, praktik, disiplin, serta pengalaman berinteraksi dengan praktisi industri selama menempuh pendidikan di Polifurneka,” ujar Jeihza.

Kisah sukses lainnya datang dari Pipit Fitriyani, lulusan Politeknik STTT Bandung yang saat ini menjabat sebagai General Manager di PT TESTEX Testing and Certification. Ia menilai pendidikan vokasi industri Kemenperin memberikan bekal yang sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saya menyadari setelah bekerja bahwa ilmu yang diperoleh sangat aplikatif. Di sekolah vokasi, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik secara langsung sehingga memahami penerapannya dan benar-benar siap memasuki dunia kerja,” tutur Pipit.

Selain memasuki dunia industri, lulusan pendidikan vokasi Kemenperin juga memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Salah satunya adalah Muhammad Daffa Kayana, lulusan SMK-SMAK Padang tahun 2025 yang berhasil diterima di Nanjing Tech University, Tiongkok.

Daffa mengaku selama menempuh pendidikan di SMK-SMAK Padang sebagai Analis Kimia, dirinya memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran berharga, baik dari sisi teori maupun praktik laboratorium. Sebelumnya, ia juga berkesempatan mengikuti praktik kerja lapangan di Paragon Technology and Innovation.

“Selama menempuh pendidikan di SMK-SMAK Padang, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat, baik dari aspek teori maupun praktik laboratorium,” kata Daffa.

Untuk menjaga keberlanjutan penyediaan SDM industri yang unggul dan kompetitif, Kemenperin terus membuka akses pendidikan vokasi melalui program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS). Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pada pelaksanaan JARVIS 2025, tercatat sebanyak 82,8 ribu pendaftar mengikuti seleksi masuk politeknik dan akademi komunitas Kemenperin, sementara sebanyak 28,8 ribu pendaftar mengikuti seleksi masuk SMK Kemenperin.

Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas pendidikan vokasi industri Kemenperin yang terbukti mampu menghasilkan lulusan kompeten, siap kerja, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img