PT Jaminan Kredit Indonesia bersama Indonesia Financial Group kembali melanjutkan program pemberdayaan warga binaan perempuan melalui inisiatif Aku Bangkit dan Berdaya di Lapas Kelas IIA Tangerang.
Program yang telah berjalan sejak 2025 ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian serta reintegrasi sosial warga binaan. Pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2026 ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Agustinus Handoko, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
“Program Aku Bangkit dan Berdaya tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan harapan baru bagi warga binaan. Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bangkit dan berdaya, serta berkontribusi kembali di tengah masyarakat,” ujar Handoko, Selasa (22/4).
Program ini dirancang secara holistik dengan mengintegrasikan pembinaan mental, penguatan keterampilan, serta literasi keuangan sebagai bekal bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih mandiri.
Handoko menambahkan, kolaborasi antara Jamkrindo dan IFG menjadi kekuatan strategis dalam menghadirkan program pemberdayaan yang terintegrasi dan berdampak luas.
“Melalui sinergi dalam ekosistem IFG, Jamkrindo terus berupaya memperluas peran tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Salis Farida Fitriani, mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu memberikan perubahan positif bagi warga binaan.
“Program ini diharapkan mampu memberikan perubahan positif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran diri dan kesehatan mental warga binaan. Kami optimistis kegiatan ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat berkelanjutan,” harapnya.
Melalui program ini, Jamkrindo dan IFG berharap dapat menghapus stigma negatif terhadap warga binaan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk kembali berkontribusi di masyarakat.
Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa nilai emansipasi—kemandirian, keberanian, dan kesetaraan—harus terus diwujudkan dalam berbagai ruang, termasuk dalam proses pembinaan sosial.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

































