Bea Cukai Gencarkan Asistensi UMKM Jawa Timur, Dorong Tembus Pasar Ekspor Global

Banyak pelaku UMKM memiliki produk unggulan, tetapi masih menghadapi tantangan dalam merajai pasar internasional, mulai dari kurangnya pemahaman prosedur ekspor hingga strategi bisnis global. Tanpa pendampingan yang tepat, peluang untuk berkembang sering kali terhambat. Untuk itu, kantor-kantor Bea Cukai terus menggencarkan asistensi bagi UMKM berpotensi ekspor di Jawa Timur agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar dunia.

“Kegiatan asistensi merupakan bagian dari fungsi industrial assistance Bea Cukai untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga tingkat internasional,” kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Di Surabaya, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I mengasistensi UMKM Anaria Souvenir pada Jumat (06/03). UMKM yang bergerak di bidang kerajinan resin premium ini dikenal dengan produk dekoratif dan gift artisanal yang mengusung sentuhan budaya lokal. Pemilik Anaria Souvenir, Ria Saktia, menyambut langsung kunjungan tersebut. Dengan kualitas seni yang tinggi dan standar produksi yang mendukung ekspor, Anaria Souvenir dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar global.

Sementara itu di Bondowoso, Bea Cukai Jember menggelar asistensi kepada dua UMKM binaan, pada Rabu (03/03). Dua UMKM tersebut ialah CV. Masiyan Arabica Caffee Farmers di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin dan UD. Arang Farah di Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang.

CV. Masiyan Arabica Caffee Farmers merupakan produsen kopi arabika yang telah berhasil mengekspor produknya ke Turki, Polandia, dan negara lainnya. Dalam kunjungan tersebut, pemilik usaha yang akrab disapa Mas Iyan menyampaikan perkembangan bisnisnya serta harapannya ke depan. Bea Cukai Jember menyatakan akan memfasilitasi dan mendukung kebutuhan pengembangan usaha tersebut.

Sementara itu, UD. Arang Farah merupakan UMKM yang memasarkan arang kayu ke berbagai negara, dengan fokus pasar saat ini ke Korea Selatan. Pemilik usaha, Hermawan, menceritakan perjalanan usahanya hingga mampu melakukan ekspor mandiri. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Bea Cukai serta berharap dukungan serupa dapat terus diberikan oleh instansi lain.

“Dari kedua UMKM tersebut, muncul harapan yang sama, yaitu adanya bimbingan, kemudahan, dan fasilitas berkelanjutan. Kami pun berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM agar menjadikan ekspor bukan sebagai tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk berkembang, memperluas usaha, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ungkap Budi.

Sebelumnya, di Kota Batu, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang juga memberikan asistensi kepada PT MBA Workshop pada Jumat (27/02). UMKM ini memproduksi body kendaraan berbahan aluminium dan fiberglass serta telah beberapa kali menembus pasar ekspor.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyampaikan kendala yang dihadapi saat menjajaki pasar internasional. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Pitoyo Pribadi, menekankan pentingnya ketelitian dalam membuat kesepakatan perdagangan internasional. Ia menyarankan penggunaan metode Letter of Credit untuk meningkatkan keamanan transaksi dan melindungi perusahaan dari potensi kerugian.

Melalui berbagai kegiatan asistensi ini, Bea Cukai berupaya memastikan UMKM tidak berjalan sendiri dalam menembus pasar global. Pendampingan yang tepat diharapkan mampu membuka akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, UMKM dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan berkontribusi nyata dalam memperkuat ekspor nasional.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img