Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026, Asuransi Jasindo mengingatkan masyarakat akan pentingnya perlindungan selama perjalanan di tengah tingginya mobilitas dan potensi risiko di jalan.
Setelah sebelumnya berpartisipasi dalam program “Mudik Nyaman Bersama BUMN” bersama Indonesia Financial Group (IFG) Group, Asuransi Jasindo menilai perlindungan perjalanan tetap krusial, tidak hanya saat mudik, tetapi juga ketika arus balik.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan fase arus balik memiliki karakteristik risiko yang berbeda, terutama akibat kondisi fisik pemudik yang cenderung menurun setelah perjalanan panjang.
“Arus balik memiliki tingkat risiko yang tidak kalah tinggi dibandingkan arus mudik. Faktor kelelahan, penurunan konsentrasi, serta lonjakan volume kendaraan menjadi kombinasi yang perlu diantisipasi secara serius. Dalam kondisi ini, perlindungan asuransi menjadi penting untuk memberikan rasa aman selama perjalanan,” ujar Brellian.
Berdasarkan data dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa periode arus mudik dan balik Lebaran secara konsisten menjadi salah satu momen dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi dalam setahun, yang didominasi oleh faktor human error seperti kelelahan dan kurangnya kewaspadaan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko tersebut, dalam program mudik bersama, Asuransi Jasindo bersama entitas IFG Group memberikan perlindungan kecelakaan diri dengan nilai pertanggungan hingga Rp 100 juta, yang mencakup risiko meninggal dunia, cacat tetap total, serta biaya perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan.
Untuk memastikan pelayanan yang solutif dan pendampingan yang optimal bagi masyarakat kapanpun dibutuhkan, Asuransi Jasindo memiliki layanan contact center yang beroperasi 24 jam di 1500-073, akun instagram resmi @jasindo.id, maupun melalui Representative Office Asuransi Jasindo terdekat.
Menurut Brellian, momentum arus balik menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan masih perlu terus diperkuat, terutama di tengah tingginya mobilitas musiman seperti Lebaran.
Ke depan, Asuransi Jasindo akan terus mendorong peningkatan literasi asuransi sekaligus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Asuransi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan, bukan sekadar pilihan tambahan. Dengan perlindungan yang memadai, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang di tengah berbagai potensi risiko,” tutupnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































