Bank Jambi Pastikan Uang Nasabah yang Hilang Kembali dalam 10 Hari

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi menyatakan komitmennya untuk melakukan penggantian uang nasabah yang hilang akibat gangguan sistem. Proses pengembalian dana tersebut ditargetkan rampung dalam 10 hari ke depan.

Kuasa hukum yang ditunjuk oleh Bank Jambi, Ihsan Hasibuan, menyebut bahwa penggantian uang yang hilang akibat dugaan pembobolan sistem ini paling lama dilakukan 10 hari setelah nasabah melakukan laporan resmi ke Polda Jambi.

- Advertisement -

“Uang pasti dikembalikan, dan sesuai aturan itu dalam 10 hari,” kata Ihsan saat diwawancarai, Selasa (24/2/2026). Ihsan menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan proses verifikasi mendalam terkait rincian jumlah uang yang hilang dari rekening para nasabah.

OJK Turun Tangan Lakukan Investigasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah Jambi turut melakukan investigasi atas bobolnya sistem keamanan bank daerah tersebut.

- Advertisement -

Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, mengaku belum bisa memastikan apakah kejadian ini murni serangan dari pihak luar atau melibatkan pihak internal.

“Untuk kesimpulannya belum ada, karena masih diinvestigasi,” kata Yan dilansir Kompas.com, Senin (23/2/26).

Yan menegaskan bahwa pihaknya telah meminta manajemen Bank Jambi untuk melaksanakan pendalaman hingga audit forensik atas gangguan sistem ini. Ia juga mengingatkan bahwa bank wajib bertanggung jawab penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita juga meminta Bank Jambi meningkatkan pengamanan YI dan Channel Bank Jambi,” katanya.

- Advertisement -

ATM dan Mobile Banking Masih Ditutup Sebagai langkah pengamanan selama proses audit forensik, Bank Jambi memutuskan untuk menutup sementara layanan kanal digital.

Meski demikian, transaksi konvensional masih dapat dilayani secara langsung.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menjelaskan bahwa untuk sementara proses transaksi dapat dilakukan secara normal melalui counter layanan di setiap kantor cabang maupun kantor cabang pembantu.

“Untuk keperluan audit forensik saat ini kanal Mobile Banking dan ATM masih kami tutup sementara,” kata Zulfikar.

Sebelumnya, ratusan nasabah mendatangi kantor pusat dan kantor cabang Bank Jambi setelah mengetahui sistem keamanan bank tersebut dijebol.

Para nasabah mengaku kehilangan saldo dengan nominal bervariasi, mulai dari belasan juta hingga puluhan juta rupiah. Peristiwa ini pun sempat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran massal di kalangan masyarakat Jambi.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img