PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menegaskan bahwa kondisi pasar menjadi faktor utama dalam menentukan langkah penerbitan obligasi tahun ini.
Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa, menyampaikan bahwa meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun menjadi 5% sepanjang 2025, hal tersebut bukan satu-satunya pertimbangan utama bagi perusahaan.
Oleh karena itu, Cincin menyampaikan pihaknya akan melihat terlebih dahulu kondisi pasar sampai dengan akhir tahun dalam rencana penerbitan obligasi.
“Perusahaan akan selalu melihat kondisi pasar dalam mengatur strategi pendanaan, baik itu dari pinjaman bank maupun penerbitan obligasi,” ucapnya seperti dilansir dari laman Kontan, Senin (25/8).
Hingga Juni 2025, WOM Finance telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II dengan nilai sebesar Rp1,5 triliun. Sebelumnya, perusahaan menargetkan penerbitan obligasi hingga Rp2 triliun pada tahun ini.
Meski begitu, Cincin menekankan bahwa rencana tambahan penerbitan obligasi akan bergantung pada kondisi pasar hingga akhir tahun.
Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam penerbitan surat utang oleh perusahaan multifinance. Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin, mengungkapkan bahwa total nilai penerbitan obligasi oleh 16 multifinance per Juli 2025 mencapai Rp25,03 triliun, atau naik 38,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,01 triliun.
“Nominal tersebut meningkat 38,98%, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 18,01 triliun,” ujar Ahmad kepada Kontan, Jumat (22/8).
Ahmad menerangkan dari total 16 multifinance, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menjadi yang terbesar menerbitkan surat utang dengan nominal Rp 3,57 triliun, kemudian PT Astra Sedaya Finance sebesar Rp 3,5 triliun, lalu PT Federal International Finance (FIF) sebesar Rp 3 triliun.
Berdasarkan mandat pemeringkatan yang diterima Pefindo untuk penerbitan surat utang per Juli 2025, Ahmad mengungkapkan ada 8 multifinance yang berencana menerbitkan surat utang ke depannya dengan total nominal Rp 9,1 triliun.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































