Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus mengakselerasi inovasi layanan pembayaran digital dengan meluncurkan fitur QRIS Tap untuk transportasi umum dan melakukan uji coba QRIS lintas negara di Jepang. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung digitalisasi transaksi keuangan dan memperluas kemudahan pembayaran bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan pihaknya telah mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia (BI) untuk mengimplementasikan QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran tanpa proses pindai kode QR. Selain itu, BPD Bali juga telah ikut serta dalam uji coba transaksi QRIS lintas negara di Jepang.
“Kami sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia (BI) untuk QRIS tap dan sudah ikut serta juga sudah uji coba QRIS cross border di Jepang,” kata Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di sela peluncuran QRIS tap transportasi umum di Denpasar, Bali, Kamis (14/8).
Ia menjelaskan, transaksi QRIS lintas negara Jepang rencananya akan diluncurkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta bertepatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025.
Pada tahap awal, transaksi QRIS di Jepang hanya berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Sakura (outbound). Sementara untuk layanan inbound, yakni transaksi warga Jepang di Indonesia, masih menunggu proses finalisasi dari bank sentral Jepang.
“Untuk inbound itu masih belum, masih terus diproses, tergantung dengan bank sentral Jepang,” ucapnya.
BPD Bali sebelumnya telah menjadi satu-satunya BPD di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan QRIS lintas negara di Malaysia, Singapura, dan Thailand, baik untuk transaksi outbound maupun inbound. Selama ini, seluruh transaksi di ketiga negara tersebut berjalan lancar, baik dari sisi kecepatan maupun rekonsiliasi data.
Sejauh ini, imbuh dia, transaksi digital di tiga negara di Asia Tenggara itu berjalan lancar dan belum menghadapi kendala berarti. “Semua lancar dari sisi kecepatan, rekonsiliasi,” ujarnya.
Data Bank Indonesia Provinsi Bali per Mei 2025 mencatat nominal transaksi QRIS lintas negara di Pulau Dewata tumbuh 41 persen dibandingkan April 2025. Volume transaksi juga meningkat 32 persen secara bulanan, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp3 miliar atau sekitar 12 ribu transaksi, mayoritas berasal dari Malaysia.
Kehadiran QRIS Lintas Negara diharapkan dapat mendorong perdagangan, memperkuat sektor pariwisata, serta membantu pelaku UMKM di Bali menjangkau pasar internasional. Selain itu, program ini juga menjadi strategi memperkuat stabilitas makroekonomi melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































