Kolaborasi antara Wakaf Salman, Tokopedia, dan PT PP (Persero) Tbk menghadirkan terobosan wakaf produktif melalui pengembangan kebun kelengkeng di Desa Cinta Mekar, Kabupaten Subang.
Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem wakaf yang tidak hanya menjaga keberlanjutan aset, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Inisiatif tersebut ditandai dengan penanaman simbolis pohon kelengkeng di lahan wakaf produktif pada Sabtu (2/5/2026).
Direktur Wakaf Salman, Hari Utomo, menjelaskan bahwa pengembangan kebun kelengkeng ini dirancang untuk menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan.
“Hasil keuntungan dari budidaya kelengkeng ini akan kami salurkan untuk program beasiswa dan sarana prasarana pendidikan, khususnya untuk guru penghafal Quran di pelosok,” ujar Direktur Wakaf Salman, Hari Utomo.
Lahan wakaf seluas sekitar 12.476 meter persegi tersebut merupakan amanah dari Mindriany Syafila yang mempercayakan pengelolaannya kepada Wakaf Salman. Selain itu, dukungan juga datang dari para wakif melalui program Green Waqaf, termasuk penyediaan bibit, pembangunan greenhouse, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Menurut Hari, pemilihan komoditas kelengkeng didasarkan pada potensi lahan yang subur, ketersediaan sinar matahari, serta kemudahan akses sumber daya yang mendukung keberhasilan budidaya.
“Semoga semua pihak yang memproduktifkan tanah wakaf ini mendapatkan tabungan pahala jariyah yang tak berhenti mengalir,” ujar Prof Mindriany.
Ke depan, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai lahan pertanian, tetapi juga akan dikembangkan menjadi agrowisata terpadu. Konsep tersebut mencakup wisata petik kelengkeng, edukasi wakaf, hingga pelatihan budidaya bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Wakaf Salman berharap wakaf produktif dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor filantropi dalam pembangunan sosial di Indonesia.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































