IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, Pasar Cermati Kesepakatan Dagang Indonesia-AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 25 Juli 2025, diperkirakan akan bergerak variatif atau mixed. Pelaku pasar tampak mencermati arah kelanjutan kesepakatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat yang masih berlangsung.

IHSG dibuka menguat sebesar 11,48 poin atau naik 0,15 persen ke posisi 7.542,38. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan justru turun tipis sebesar 1,55 poin atau 0,19 persen ke level 798,25.

- Advertisement -

“Perdagangan pada hari ini, diperkirakan akan berlangsung dinamis,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (25/7).

Dari sisi domestik, Pemerintah Indonesia masih melanjutkan pembahasan teknis menyusul pengumuman joint statement dari Gedung Putih terkait tarif impor untuk sejumlah produk asal Indonesia ke pasar AS. Dalam pernyataan awal, tarif yang dikenakan turun dari 32 persen menjadi 19 persen.

- Advertisement -

Meski demikian, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa angka tersebut belum bersifat final. Masih terbuka peluang untuk menurunkan tarif lebih lanjut, khususnya pada komoditas tertentu yang dianggap strategis bagi perdagangan bilateral.

Sementara dari mancanegara, tensi perdagangan global masih tinggi. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mendekati kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa, namun justru disertai rencana kenaikan tarif hingga 15 persen untuk produk impor dari kawasan tersebut.

Di sisi lain, hubungan antara Presiden AS Donald Trump dan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), semakin memanas. Trump dikabarkan akan mengunjungi kantor The Fed sebagai bentuk tekanan politik terhadap Ketua Jerome Powell, menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 29–30 Juli 2025.

Meski Trump terus mendesak pemangkasan suku bunga, mayoritas analis memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan mendatang.

- Advertisement -

Dari kawasan Eropa, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk menahan suku bunga di level 2 persen. Langkah ini diambil setelah bank sentral tersebut delapan kali menurunkan suku bunga sepanjang tahun, dengan pertimbangan bahwa inflasi telah mencapai target dan kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

Sementara itu, perdagangan saham global menunjukkan performa yang beragam. Bursa saham Eropa pada Kamis (24/7) ditutup mayoritas menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,13 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,85 persen, dan DAX Jerman naik 0,23 persen. Hanya CAC 40 Prancis yang mencatat penurunan sebesar 0,41 persen.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street juga ditutup variatif pada perdagangan Kamis (24/7/2025), di antaranya indeks S&P 500 naik tipis 0,07 persen ditutup di level 6.363,35, indeks Nasdaq menguat 0,18 persen ke 21.057,96. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average turun 316,38 poin atau 0,70 persen berakhir di level 44.693,91.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 257,18 poin atau 0,61 persen ke 41.578,50, indeks Shanghai melemah 9,10 poin atau 0,24 persen ke 3.597,76, indeks Hang Seng melemah 149,06 poin atau 0,57 persen ke 25.525,00, indeks Straits Times turun 17,60 poin atau 0,42 persen ke 4.255,00.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img