Nasabah Prioritas Naik 10%, Permata Bank Catat Lonjakan Kelas Atas di Tengah Ekonomi Lesu

Di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, kelompok masyarakat kelas atas justru menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah nasabah prioritas di PermataBank, yang naik signifikan sebesar lebih dari 10 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam dua tahun terakhir.

Direktur Consumer Banking PermataBank, Djumariah Tenteram, mengungkapkan bahwa dampak pelemahan ekonomi saat ini justru lebih dirasakan oleh kelompok menengah ke bawah (middle low). Sebaliknya, kalangan ekonomi atas menunjukkan ketahanan dan bahkan mengalami pertumbuhan dalam hal kepemilikan aset dan simpanan.

“Jumlah nasabah prioritas (Permata Bank) itu meningkat terus. Karena, kita lihat sekarang dengan kondisi ekonomi yang ada yang kena impact adalah “maaf” lebih ke-middle low. Jadi, kalau kita lihat daripada pertumbuhan populasi, untuk yang segmen tertentu itu masih mengalami peningkatan,” ujar Djumariah saat doorstop seusai Konferensi Pers Permata Bank Wealth Wisdom 2025 di Jakarta seperti dilansir dari laman ANTARA, Jumat (13/6).

Ia juga menyampaikan proyeksi optimistis untuk tahun 2025, di mana jumlah nasabah prioritas PermataBank diperkirakan kembali tumbuh sebesar 10 persen secara tahunan. Namun, ia menambahkan bahwa target tersebut tetap bergantung pada dinamika kondisi ekonomi nasional.

“Untuk kenaikan jumlah customer di segmen itu (prioritas) dari tahun ke tahun naiknya di atas 10 persen (yoy),” ujar Djumariah

Djumariah memproyeksikan jumlah nasabah prioritas Permata Bank akan meningkat lagi sebesar 10 persen (yoy) pada tahun ini.

“Kita expect kalau bisa kita naiknya juga sama (tahun 2025). Tapi kan semuanya kembali kepada kondisi ya,” ujar Djumariah

Tren serupa juga tercermin dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang mencatat peningkatan tiering simpanan di atas Rp5 miliar di bank umum. Pada Februari 2025, segmen simpanan tersebut tumbuh 1,9 persen dibandingkan Januari. Sebelumnya, pada Januari 2025, pertumbuhan bulanannya sudah mencapai 1,5 persen.

Sementara itu, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2025 mengalami perlambatan menjadi 4,87 persen (yoy), turun dari kuartal sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 5,02 persen. Secara bulanan, ekonomi mencatatkan deflasi 0,37 persen (month to month/mtm) pada Mei 2025, dengan inflasi tahunan sebesar 1,6 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen (ytd).

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img