PT Bank Mega Syariah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional dengan menyalurkan fasilitas pembiayaan modal kerja senilai Rp100 miliar kepada PT Smart Multi Finance. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, khususnya di sektor pembiayaan multiguna dan kendaraan bermotor.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji, menyampaikan bahwa sinergi dengan lembaga pembiayaan seperti Smart Multi Finance menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan produktif.
“Kami terus mendorong pertumbuhan pembiayaan produktif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami optimistis sinergi ini akan memperkuat kinerja pembiayaan serta memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ujar Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji dalam keterangan di Jakarta, Rabu (7/5).
Penandatanganan akad pembiayaan dilakukan oleh Direktur Utama Smart Multi Finance, Petrus Denny Arijawan, bersama Direktur Oen Nani Susanti, serta dari pihak Bank Mega Syariah diwakili oleh Corporate and Business Banking Division Head Guritno dan Multifinance Department Head Nicolaus Edy Sedyanto.
Bank tersebut optimistis bisnis multifinance mampu tumbuh positif di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan atau multifinance mencapai Rp530,46 triliun per Desember 2024. Angka tersebut tumbuh sebesar 6,82 persen secara tahunan.
Hingga Maret 2025, Bank Mega Syariah mencatat total pembiayaan korporasi mencapai lebih dari Rp3,8 triliun, meningkat signifikan dari Rp2,9 triliun pada Maret 2024 atau tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan (year-on-year).
Segmen komersial tercatat sebagai kontributor terbesar dengan porsi 59,9 persen dari total pembiayaan. Rinciannya, 74,8 persen disalurkan ke pembiayaan korporasi dan 25,2 persen ke Business Banking. Sementara itu, total pembiayaan Bank Mega Syariah per Maret 2025 mencapai Rp8,6 triliun, tumbuh 23,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan syariah nasional yang tercatat hanya 9 persen, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Rasmoro menegaskan bahwa sektor multifinance masih memiliki prospek cerah, meskipun menghadapi kondisi ekonomi yang menantang. Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp530,46 triliun hingga akhir Desember 2024, tumbuh 6,82 persen secara tahunan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































